Kondisi pasar Baru Larantuka

Bila Pansus Soal Pasar Baru Tidak Jalan Noben Sebut 30 DPRD Flotim Makan Gaji Buta


Kondisi pasar Baru Larantuka

Kondisi pasar Baru Larantuka

Zonalinenewa-Kupang, 30 Anggota DPRD kabupaten FloresTimur kalau tidak menggelar Pansus soal 7 persoalan yang saat ini mencuat di Kabupten Flores Timur termaksud salah satunya adalah pembagunan pasar baru Larantuka maka saya anggap meraka hanya makan gaji buta dan tidak bekerja selama ini. Para anggota DPRD harusnya jadi agen perubahan bagi masyarakat jangan butakan mata bukakan hati terhadap persoalan yang terjadi.

Demikian pernyataan Keras Aktifis Perempuan Kabupaten Flores Timur Benta ( Noben) da Silva juga sebagai Ketua Yayasan Bunda Berbelas Kasih saat berkunjung ke redaksi zonalinenews Minggu 20 Januari 2019 pukul 11.15 wita.

Noben meghimbau masyarakat Flores Timur (Flotim) untuk tidak memilih 30 Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur pada pemilihan Umum April 2019 mendatang bila sampai akhir jabatan tidak melaksanakan Sidang Paripurna Khusus ( Pansus) terkait 7 persoalan yang saat ini mencuat di Flores Timur.

” Saya akan kampayekan ke masyarakat Flores Timur untuk tidak lagi memilih 30 anggota DPRD Flotim pada pemilihan umum April 2019 mendatang bila tidak mampu melaksanakan Pansus terkait 7 kasus yang saat ini mencuat di Flores Timur, tapi hingga saat ini belum tuntas penyelesaiannya,” tutur Noben Da Silva

Sebelumnya diberitakan hampir tiga tahun Pasar Baru Larantuka tak kunjung di manfaatkan oleh para pedagang untuk melakukan aktivitas layaknya transaksi jula beli. Hali ini di ungkapkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Yohanes Paru sekaligus menjabat sebagai Ketua Komisi B yang membidangi Ekonomi dan Pembangunan.

Yohanes paru mengatakan, Kondisi Pasar baru Larantuka sangat memprihatinkan.

“Dalam beberapa pekan ke depan kami akan panggil dinas terkait untuk mempertanggung jawabkan kembali pemanfaatan pasar, kami akan menelusuri sejauhmana pasar itu mulai di kerjakan sampai dengan saat di PHO persiapkan kepada pengguna pasar yang akan berjualan nantinya, apabila ada hal-hal yang di luar dari pada ketentuan dari regulasi yang ada maka DPR tidak segan-segan mengadakan Pansus,”Tegas Yohanes Paru Kamis 17 Januari 2019 Pukul 14.00 wita.

Lanjutnya mengapa demikian, karena pasar Larantuka sudah banyak menelan biaya, nilai pasar itu sudah beberapa kali di Pagukan anggaran mulai dari 3M, 4M,6M, dimana anggaran itu berasal dari APBN dan APBD setelah itu ada pengajuan anggaran baru dari pemerintah terkait keamanan Pagar untuk pasar, ternyata kami inginkan perbaikan fisik pasar dan Fasilitas lain yang masih kurang di alihkan untuk pagar.

“Baru-baru ini kami pagukan kurang lebih 300 Juta yabg berasal dari dana DAU untuk membuka jalur masuk di mana akan di bangun rabat agar jangan terjadi genangan air di dalam lokasi Pasar. kontraktor yang mengerjakan saat itu berasal dari maumere, saya lupa nama kontaktornya sebenarnya dia bukan kontraktor tetapi pengusaha dalam kegiatan kelapa sawit sehingga waktu itu yang menjadi kontraktor dalam pembangunan pasar baru larantuka, “tutur Yohanes Paru.

Sementara itu Bupati Flores Timur, Anton Hadjon saat di wawancarai 15 Januari 2019 mengatakan, mengenai pasar Larantuka saat ini sudah masuk tahap persiapan dan penataan sudah selesai dan tidak ada anggaran daerah yang di keluarkan lagi untuk membayar lahan sewa tanah.

Sementara itu Cipto Keraf sebagai Penanggung jawab pada instansi Badan Keuangan Daerah mengatakan Bupati sudah memberikan Perintah agar pasar Larantuka segera di gunakan.

Pantauan Media saat di lokasi Pasar baru larantuka, Pernyataan dari pedagang Pasar, Jimi dan Nur aini “Kami tidak memahami dengan pemerintah, setiap hari kami membayar Retribusi pasar, tetapi tempat yang layak untuk kami berjualan tidak ada, kami mau bayar setoran bank tidak mampu karena ekonomi kami tidak menentu, bagaimana kami mau bayar setoran sedangkan Tempat jualan kami tidak layak,”ucap Jimi dan Nur aini dengan nada Kesal.(*Tim)



TAG