Kondisi JTP Sagu

PPK JTP Sagu Sejak Awal Keberatan Soal Lokasi Namum di Paksakan

Kondisi JTP Sagu

Kondisi JTP Sagu

Zonalinenews-Kupang,- Proyek pembangunan Jaringan Tambatan Perahu (JTP) desa Sagu Adonara Kabupaten Flores Timur ( Flotim) sebelum dibangun, oleh PPK menolak lokasi tersebut namun oleh konsultan perencana tetap mempertahankan dan setelah melakukan presentasi diruang Bupati yang dihadiri wakil Bupati Flores Timur Ketua DPRD serta pihak kejaksaan Negeri Larantuka oleh Konsultan Perencana akhirnya dengan berbagai pertimbangan dari konsultan pembangunan proyek dilaksanakan.

Demikian diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perhubungan Kabupaten Flores Timur, Leo Keban kepada zonalinenewa Sabtu 26 Januari 2019 pukul 11.30 wita ketika dikonfimasi Via Telpon seluler.

Dikatakan Leo, lokasi pengerjaan JTP Sagu itu ditunjuk oleh kepala desa Sagu.

“Kami ditunjuk dua titik oleh kepala desa dan titik itu melalui tim survey,” katanya.

Menurutnya dirinya sejak awal dirinya sudah keberatan dengan titik lokasi pembangunan proyek JTP Sagu. Sebagai PPK dirinya keberatan karena memang posisi kedalaman air laut 150 meter dari pantai jadi bila air pasang baru kapal bisa ditambatkan.

Ditambahkannya, sebelum proyek ini dilaksanakan pihaknya bersama tim survei sudah melakukan sosialisasi dengan masyarakat, kepala desa sagu berserta Camat. Pada kesempatan tersebut semua pihak menerima proyek pembangunan JTP Sagu untuk dilaksanakan.

Leo Keban menjelaskan, proyek JTP Sagu pagu anggarannya sebesar 2.Milliar 488 Juta setelah ditenderkan dan berbagai proses diserahkan ke kontarktor pagu anggarannya menjadi 2 Milliar 100 Juta.

Sebelumnya diberitakan Jangan main-main dengan JTP karena sudah ada korban yang masuk dalam “Bui” salah satunya JTP Wailebe, Ucap Yohanis ND Paru saat di wawancarai Zonalinenews, Senin 25 Januari 2019 pukul 07.45 lewat hand phone selulernya.

Menurut Ketua komisi B ini yang membidangi bidang Ekonomi dan pembangunan mengatakan bahwa JTP desa Sagu pulau Adonara itu sumber dananya dari DAU, ketika pekerjaan itu di lakukan harus melalui perencanaan yang matang, bukan setelah pengerjaan selesai terus minta pagukan anggaran lagi.

” Itu berarti kesalahan ada pada Konsultan perencanaan, tidak di rencanakan dengan baik,” tutur Yohanes.

Lanjutnya Kalau memagukan anggaran tambahan kepada satu paket pekerjaan
tentu datangnya dari Dinas terkait yang sudah punya kajian yang matang, sehingga menjawabi kebutuhan dinas tersebut.

” Itu sama saja dia mengikuti maunya pihak ketiga, karena meminta pagukan tambahan anggaran itu perencanaan harus matang, baru dapat lakukan paket pekerjaan itu sampai selesai. Intinya perencanaan yang tidak matang, mengapa…? Paket anggaran sudah sementara dilakukan pekerjaaan dalam perjalanan meminta pagukan anggaran tambahan berarti salah di perencanaan,” ucap Yohanes.

Dikatakannya, beberapa JTP yang bermasalah sudah dalam Bui (Penjara) semua, pihaknya akan turun dengan tim dan dinas terkait untuk menelusuri paket paket pekerjaan.

” Paket pekerjaan itu memang banyak pengeluhan masyarakat pada lembaga DPRD dan kita berpijak pada Banmus yang ada sehingga sesuai dengan rencana kerja DPR. Kalau ini dalam temuan nanti sangat bermasalah maka kita akan bawa ke pansus. Kami tetap turun di mana yg menjadi skala prioritas pansus dengan temuan yang terbesar itu kita akan menuju arah ke pansus,” tegasnya.

Yohane Paru menuturkan tujuan kita pansus ini kan bukan mencari kesalahan tapi sejauh mana perhatian dinas terkait paket-paket pekerjaan yang diluncurkan, fungsi pengawasan itu juga ada pada dinas terkait itu.

“Jangan dia mengamini saja paket-paket pekerjaan yang belum 100 persen selesai di buat selesai, itu banyak terjadi itupun kalau ditemukan pasti dari temuan ini akan mengikuti paket pekerjaan lainnya sudah membuikan Pihak kontraktor dan PPK nya itu, contohnya sudah ada yang mendekam di Bui yaitu Wailebe,Solor. Tim pansus sudah saya rancang terdiri dari tiga tim pansus, hari senin itu sudah mulai rapat kerja dengan pemerintah dari rapat kerja itu nanti kita mengarahkan kepada pansus,”ucapnya. (*tim)