Rapat komsi V DPRD NTT dan Dinas Kesehatan  NTT Senin  28 Januari 2019

Jimmi Sianto Kesal Dinas Sebut Pantau Lewat WA masuk Tindakan Pencegahan Penyakit


Rapat komsi V DPRD NTT dan Dinas Kesehatan NTT Senin 28 Januari 2019

Rapat Komidi V DPRD NTT dan Dinas Kesehatan NTT Senin 28 Januari 2019

Zonalinenews-Kupang,- Dalam mencegah tejadinya penyakit deman berdarah di NTT Dinas Kesehatan Propinsi NTT telah berkoordanasi dengen dinas Kesehatan tingkat Kota/ Kabupaten untuk melakukan upaya pencengahan. Koordinasi dilakukan pada 10 Oktober dan pertengahan bulan November 2018 lalu. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian dan Pemberatasan Penyakit, Dinas Kesehatan Propinsi NTT, dr Theresia Ralo saat rapat dengar pendapat yang dilaksanakan Komisi V DPRD NTT bersama dinas Kesehatan NTT Senin 28 Januari 2019 pukul 13.00 wita.

Untuk upaya pencegahan penyebaran penyakit DBD kata Theresia, dinas Kesehatan NTT menganggarkan biaya sebesar 123 juta rupiah. Anggaran tersebut diperuntukkan membiaya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di 7 kabupaten di NTT.

Theresia menjelaskan, pemantuan juga dilakukan dinas Kesehatan NTT dengan menginput data-data kasus DBD di setiap kabupaten bahkan untuk memonitoring di buat grup WhatsApp khusus agar bisa memantua perkembangan status setiap kabupaten.

Menaggapi pernyaataan tersebut Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto menegaskan kalau kegiatan pencegahan contohnya melakukan foging atau membagikan ABT itu pencegahan, bukan pakai anggaran 123 juta turun ke kabupaten-kabupaten lalu
melakukan sosialisasi terus dinas sebut sebagai kegiatan pencegahan.

“Massa memantau lewat grup WA terus dinas sebut kegiatan pencegahan terhadap penyebaran penyakit DBD dinas harus logis dong. Seharusnya dinas punya perencanaan anggaran yang matang terkait soal ini,” tutur Jimmi Sianto Kesal.

Jimmi menambahkan, sebaiknya dinas memberikan data- data penting terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) termaksud deman berdarah nanti Komisi membahas secara mendalam setelah itu kami panggil dinas dibahas per item kemudian kita putuskan.

Pantauan Zonalinenews rapat dengar pendapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi V Jimmi Sianto didampingi Sekertaris Komisi Ismail Samau dan para anggota dari Dinas Kesehatan yang hadir Kepala Bidang Pencegahan dr Theresia Kasie bidang pencegahan Joice Tibuludji, Nur Azisah dan Maria Kelen. Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan tidak bisa hadir karena bertugas mendampingi Gubernur NTT ke Kabupaten TTS. (*tim)



TAG