JTP Sagu Tak Bisa Dimanfaatkan Yosep Sebut Konsultan Perencana Tipu Kami


Ketua DRRD Flotim Nani Bethan

Ketua DRRD Flotim Yosep Sani Bethan

Zonalinenewa-Kupang,- Bila JTP Sagu tidak bisa dimanfaatkan berarti konsultan perencana melakukan upaya penipuan terhadap kami saat mempresentasi soal teknik rencana pembangunan Jaringan Tambatan Perahu (JTP) Desa Sagu Adonara Kabupaten Flores Timur.

” Kalau kontraktor pelaksana bekerja di luar perencaan atau rab yang salah adalah kontraktor. Tapi kalau kontraktor sudah bekerja sesuai perencanaan dan terus hasil proyek tidak bisa difungsikan yang salah adalah konsultan perencanaan,” demikian diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur Yosep Sani Bethan ketika diwawancarai Zonalinenews Senin 28 Januari 2019 Pukul 13.55 wita.

Nani menuturkan, saat itu (Sebelum pembangunan proyek JTP Sagu) konsultan Perencana mempresentasikan analisis teknik kepada kami bahwa JTP Sagu bisa difungsikan. Faktanya saat ini tidak sesuai dengan analisisi presentasi yang harus dipertanyakan adalah konsultan perencana.

” Dari awal presentasi menyakinkan untuk bisa dimanfatkan namum fakta tidak. Berarti konsultan perencana menipu kita. Konsultan perencana awalnya mempresentasikan bahwa akan menyesuaikan kondisi struktur tanah dan kami menyarankan yang penting bisa dimanfaatkan. Nah sudah dijual dan dilelang itu artiinya hasil pembangunan harus bisa dimanfatkan Kalau dari awal konsultan tidak bisa laksanakan yang pasti kami (DPRD) tidak menyetujui untuk dilaksanakan. Setahu saya waktu dipresentasikan permintaan masyarakat adalah dermaga tapi nomenklaturnya JTP maka dengan kondisi yang ada kami bilang di sesuaikan dengan anggaran, ditambahkan anggaran dengan merubah konstruksi yang ada sehingga waktu dibangun layak digunakan ,” tegas Bethan.

Ketika zonalinenews bertanya soal apa bila dalam nomomklatir baru ada penambahan anggaran untuk pekerjaan tambahan di proyek JTP Sagu

Yosep Bethan mengatakan bisa.

Zonalinenews bertanya baru-baru ini dinas perhubungan coba mengajukan pagu anggaran tambahan untuk memperpanjang jaringan tambatan perahu Sagu ke DPRD

Yosep Bethan menegaskan, dinas perhubungan tidak pernah mengajukan ke DPRD mereka ajukan ke pemerintah.

” DPRD tidak pernah menolak satu anggaran pun yang diajukan pemerintah catat itu,” tegas Yosep Bethan.

Sebelumnya diberitakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Jembatan Tambatan Perahu (JTP) di desa Sagu, Kecamatan Adonara, Flores Timur menyebutkan Konsultan perencana, Jaringan Tambatan Perahu (JTP) Sagu adalah CV. Hatari Mandiri atas nama, Yosefina Nebo Kerans , Kontraktor pelaksana dari CV. Yudistira Teknik dengan kuasa direkturnya Gabriel Seri de Ornay sementara konsultan pengawas PT.Decont Mitra, kepala perwakilannya, Mohamat Roni Poi. Pemilik bendera, Adi Yudistari. Demikian diungkapkan Leo Keban kepada wartawan, Sabtu 26 Januari 2019.

Menurut Leo, proyek pembangunan itu sudah melalui survey teknis dari Bandung. Setelah survey, timnya melakukan sosialisasi di kantor desa Sagu dihadiri kepala desa Sagu, camat Adonara dan masyarakat menyetujui bahwa JTP itu nantinya hanya bisa difungsikan saat air pasang. Hasil survey juga dilaporkan ke bupati Flotim saat itu dan dihadiri ketua DPRD Flotim.

“Jadi itu sudah kesepakatan kami dengan masyarakat desa Sagu. Masyarakat setuju kalau hanya difungsikan saat air pasang dan dibuatlah berita acara. Jadi masyarakat tidak ada yang tolak,” katanya.

Ia mengungkapkan, ada dua lokasi yang disurvey tim dari Bandung. Pertama di area MCK dan di Wai Boleng. Lokasi pertama dinyatakan gagal karena surut terjauhnya 200 meter, sementara di Wai Boleng surut terjauhnya 170 meter. Maka ditentukanlah lokasi pembangunannya di Wai Boleng.

“Artinya pengerjaan itu sudah melalui proses, tidak serta merta kami dari dinas sendiri. Kami sadari bahwa JTP itu tidak berfungsi, tetapi sudah ada kesepakatan dengan warga,” tandasnya.(*tim)