Ipi Daton

Air Surut, JTP Sagu Tidak Bisa Difungsikan Ada Dampak Hukum Sebut Ipi Daton


Ipi Daton

Ipi Daton

Zonalinenews-Larantuka,- JTP Sagu Adonara jika kalau memang fungsinya cuma di saat air laut pasang baru bisa bongkar muat, dan bila air laut surut tidak bisa bongkar muat untuk apa di bangun..? Demikian pernyataan yang disampaikan salah satu pengacara Kabupaten Flores Timur, Ipi Daton ketika diwawancarai Zonalinenews Jumat 25 Januari 2019 pukul 14.15 wita terkait Pembangunan Jambatan Tambatan Perahu ( JTP) Sagu.

Menurut Ipi, kalaupun pengerjaan Belum di PHO berarti ada ruang untuk memperbaikinya, masa menuju PHO itu juga untuk memperbaiki Ada Adendum, tetapi kalau Sudah di PHO berarti sudah selesai.

” Menurut saya ada dampak hukum karena manfaatnya cuma pada air pasang naik baru bisa di gunakan. Walaupun PPK sudah menjelaskan semua proses itu tentu melalui tahapan musrembang desa lalu sampai pada tingkat pengerjaan JTP. Tetap ada dampak hukum, mengapa demikian JTP tidak dapat di fungsikan secara maksimal,” jelas Ipi Daton.

Lanjutnya, kalau memang menurut PPK akan meminta ajukan anggaran tambahan untuk pengerjaan lanjutan yang jelas tidak bisa.

” Barang sudah di PHO kok lanjutkan apa lagi, walaupun Menurut PPK Leo tahapannya sudah melalui Musrembang desa sampai pada titik survei dua tempat, sudah di persentasikan, tetapi asas manfaat hanya bisa air pasang naik baru di gunakan untuk apa… ?,” tegas Ipi Daton.

Ipi Daton menambahkan, Sejak awal baik dari survey sampai pada pekerjaan fisik sudah disampaikan kepada masyarakat serta kondisi JTP Sagu yang sebenarnya pasca pengerjaan yakni tidak berfungsi secara maksimal. (*tim)