Plt Direktur Bank NTT  Harry Riwu Kaho

Uang Nasabah 300 Juta Raib, Diduga Dibobol Oknum Karyawan Bank NTT


Plt Direktur Bank NTT Harry Riwu Kaho

Plt Direktur Bank NTT Harry Riwu Kaho

Zonalainenews- Kupang,- Oknum karyawan Bank NTT yang merupakan kapala kantor kas Oeba Charolina O.T Ndaumanu diduga membobol rekening tabungan salah seorang nasabah yang menyimpan uangnya di Kantor Kas Bank NTT Oeba Kupang. Akibat ulah oknum tersebut, uang sejumlah 300 juta milik nasabah atas nama Helda Manafe Pellodou raib.

Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Maret 2016 lalu dan nasabah baru menyadari setelah merasa ada kejanggalan dalam proses pelayanan yang berbeda dari sebelumnya dan dirasakan tidak lazim.

“ Saya merupakan salah satu nasabah prioritas maka untuk proses menabung atau penyetoran ke rekening biasanya dijemput oleh oknum karyawan Bank NTT langsung ke tempat saya dirumah,” demikian diungkapkan Helda Manafe Pellodou kepada wartawan Rabu 30 Januari 2019 pukul 15.20 wita di kediamannya Kelurahan Oebufu Kota Kupang.

Helda menjelaskan pada tanggal 17 Maret 2016 siang sekitar pukul 13 .00 wita dirinya menyerahkan buku tabungan dan uang sebesar Rp 300 juta untuk disetor ke Bank NTT. Karena Dirinya sebagai nasabah proritas oknum karyawan Bank NTT Cabang Oeba yang datang sendiri menjemput uang setoran dirumah dan sesuai aturan harusnya setelah setor yang bersangkutan langsung menyerahkan kembali buku rekeningnya.

“Setelah lebih dari tiga hari dari pemberian uang 300 juta oknum karyawaan bank NTT tak kunjung datang membawa buku rekening bahkan ditelpon yang bersangkutan berdalih sibuk hal ini membuat saya curiga sehingga tanggal 21 Maret 2018 saya mendatangi Kantor Kas Bank NTT Oeba meminta untuk dilakukan print out rekening koran. Saat itu saya kaget mendapati uang yang disetor pada tanggal 17 Maret 2016 senilai Rp 300 juta ternyata sudah ditarik sehari sesudah penyetoran yaitu pada tanggal 18 Maret 2018,” tutur Helda kesal.

Setelah mengetahui uang ditarik kata Hilde dirinya menelpon oknum karyawan bank NTT dan menanyakan perihal penarikan uang di rekaningnya. Oleh oknum karyawan bank NTT mengakui penenarikan uang tersebut.

“Tak lama kemudian Carolina datang kerumah sambil menangis mengakui perbuatannya dan berjanji akan menganti uang 300 juta,”ucap Hilde.

Hilde melanjutkan, sebelum buku rekening dikembalikan oknum karyawan bank NTT teleh menarik uang miliknya di rekening dan dialihkan dalam 2 rekening deposito senilai Rp 190 juta yang juga tanpa sepengetahuannya.

“Ini bukan lagi dugaan, tapi benar-benar terjadi, faktanya adanya pembobolan rekening nasabah,” tutur Hilde

Menurut Hilde, berdasarkan bukti rekening koran dirinya mendatangi Kantor Kas Bank NTT Oeba dan melaporkan terkait hal tersebut. Atas laporan itu, petugas bank kemudian melakukan pemeriksaan.

“Setelah diperiksa petugas bank, ternyata di situ ditemukan dua deposito atas nama dirinya masing-masing senilai Rp 100 juta dan Rp 90 juta,” jelas Hilde.

Hilde menegaskan dirinya tidak pernah mendepositokan uangnya. Dirinya juga tidak pernah mengetahui kemana bunga deposito tersebut.

Sementara itu Manajemen Bank NTT membantah ada pembobolan rekening nasabah di Kantor Kas Oeba seperti yang dituduhkan nasabah.

Kejadian itu diluar tanggungjawab bank NTT kejadian adalah tindakan pribadi atau person. Bila nasabah atau korban ibu Hilde mempunyai data lengkap silahkan ke Devisi Pengawasan Bank NTT untuk di cek. Dan bila ibu Hilde yang bersangkutan merasa dirugikan silahkan dibawa ke rana hukum demikian diungkapkan Plt Dirukttur Bank NTT.Harry A. Riwu Kaho ketika dikonfirmasi wartawan Rabu 31 Januari 2019 pukul 14.30 wita di gedung DPRD NTT. terkait dugaan pembololoan rekening nasabah sebesar 300 juta. (*tim)