DPRD NTT Tanya Rekening Nasabah Yang Dibobol, Ini Jawaban Plt Dirut Bank NTT


Rapat dengar pendapat komisi III DPRD NTT dengan menejeman Bank NTT Rabu 30 Januari 2019

Rapat dengar pendapat komisi III DPRD NTT dengan menejeman Bank NTT Rabu 30 Januari 2019

Zonalinenews-Kupang, Komisi III DPRD NTT pertanyakan soal dugaan pembobolan rekening nasabah sehingga uang nasabah di rekening Bank NTT atas nama Helda Manafe Pellodou sebesar 490 juta raib.

Pertanyaan tersebut disampaikan Ketua Komisi III Hugo Kalembu dalam rapat Komisi III DPRD NTT dengan Bank NTT, Rabu 30 Januari 2019 pukul 14.00 wita di Gedung DPRD NTT.

Hugo Kalembu meminta penjelasan Plt. Diruttir Bank NTT, Harry A. Riwu Kaho tentang masalah dugaan pembobolan Rekening Nasabah Bank NTT, atas nama Helda Pellondou. Sebesar 490 juta.

“Kami baru saja menerima surat dari nasabah Bank NTT atas nama Helda Manafe Pellondou. Kami minta penjelasannya,” ujar Kalembu.

Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bank NTT Harry A. Riwu Kaho dalam rapat tersebut membatah soal pembobolan rekening nasabah Helda Pellondou sebesar Rp 490 juta.

Harry menjelaskan, uang tersebut dijemput Shely pada tanggal 17 Maret 2016 tapi tidak disetor ke Bank NTT.

“Uang itu dijemput Shely Ndaomanu dari rumah Ibu Helda tapi tidak disetor. Besoknya dikembalikan ke nasabah Ibu Helda, ia tidak mau dan menyuruh Shely menggunakan uang itu untuk kegiatan rentenir. Mereka menjalankan kegiatan rentenir,” kata Harry.

Lanjut Harry, pihaknya sudah meminta nasabah melapor ke polisi, tapi nasabah tidak melapor karena mereka juga melakukan kegiatan rentenir yang melanggar hukum.

” Uang itu (Rp 300 juta) juga sudah diganti oleh Shely,” kata Harry.

Menurut Riwu Kaho, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Shely telah diberikan sanksi dengan mencopot jabatannya sebagai Kepala Kantor Kas Oeba.

Mendengar penjelasan itu, Kalembu meminta ketegasan Dirut Riwu Kaho. “Jadi uang itu (Rp 490 juta milik nasabah Helda Pellondou ) tidak disetor rekening nasabah di Bank NTT?” tanya Huho Kelembu.

“Iya, uang itu (Rp 300 juta) tidak disetor tapi dipegang Shely,” tegas Harry Riwu Kaho.

Sebelumnnya diberitakan oknum karyawan Bank NTT kepala kantor kas Oeba Charolina O.T Ndaumanu (Shely) diduga membobol rekening tabungan salah seorang nasabah yang menyimpan uangnya di Kantor Kas Bank NTT Oeba Kupang. Akibat ulah oknum tersebut, uang sejumlah 300 juta milik nasabah atas nama Helda Manafe Pellodou raib.

Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Maret 2016 lalu dan nasabah baru menyadari setelah merasa ada kejanggalan dalam proses pelayanan yang berbeda dari sebelumnya dan dirasakan tidak lazim.

“ Saya merupakan salah satu nasabah prioritas maka untuk proses menabung atau penyetoran ke rekening biasanya dijemput oleh oknum karyawan Bank NTT langsung ke tempat saya dirumah,” demikian diungkapkan Helda Manafe Pellodou kepada wartawan Rabu 30 Januari 2019 pukul 15.20 wita di kediamannya Kelurahan Oebufu Kota Kupang.

Helda menjelaskan pada tanggal 17 Maret 2016 siang sekitar pukul 13 .00 wita dirinya menyerahkan buku tabungan dan uang sebesar Rp 300 juta untuk disetor ke Bank NTT. Karena Dirinya sebagai nasabah proritas oknum karyawan Bank NTT Cabang Oeba yang datang sendiri menjemput uang setoran dirumah dan sesuai aturan harusnya setelah setor yang bersangkutan langsung menyerahkan kembali buku rekeningnya.

“Setelah lebih dari tiga hari dari pemberian uang 300 juta oknum karyawan bank NTT tak kunjung datang membawa buku rekening bahkan ditelpon yang bersangkutan berdalih sibuk hal ini membuat saya curiga sehingga tanggal 21 Maret 2018 saya mendatangi Kantor Kas Bank NTT Oeba meminta untuk dilakukan print out rekening koran. Saat itu saya kaget mendapati uang yang disetor pada tanggal 17 Maret 2016 senilai Rp 300 juta ternyata sudah ditarik sehari sesudah penyetoran yaitu pada tanggal 18 Maret 2018,” tutur Helda kesal.

Setelah mengetahui uang ditarik kata Hilde dirinya menelpon oknum karyawan bank NTT dan menanyakan perihal penarikan uang di rekaningnya. Oleh oknum karyawan bank NTT mengakui penarikan uang tersebut.

“Tak lama kemudian Carolina datang kerumah sambil menangis mengakui perbuatannya dan berjanji akan menganti uang 300 juta,”ucap Hilde.

Hilde melanjutkan, sebelum buku rekening dikembalikan oknum karyawan bank NTT teleh menarik uang miliknya di rekening dan dialihkan dalam 2 rekening deposito senilai Rp 190 juta yang juga tanpa sepengetahuannya.

“Ini bukan lagi dugaan, tapi benar-benar terjadi, faktanya adanya pembobolan rekening nasabah,” tutur Hilde

Menurut Hilde, berdasarkan bukti rekening koran dirinya mendatangi Kantor Kas Bank NTT Oeba dan melaporkan terkait hal tersebut. Atas laporan itu, petugas bank kemudian melakukan pemeriksaan.

“Setelah diperiksa petugas bank, ternyata di situ ditemukan dua deposito atas nama dirinya masing-masing senilai Rp 100 juta dan Rp 90 juta,” jelas Hilde.

Hilde menegaskan dirinya tidak pernah mendepositokan uangnya. Dirinya juga tidak pernah mengetahui kemana bunga deposito tersebut. (*tim)