Selfin Etidena posisi diapit Aktifis Mahasiswa alor dan Keluarga

Mahasiswa Alor Protes Soal Penahanan Selfin Kata Kabid Nakertrans Sesuai Prosedur


Selfin Etidena posisi diapit Aktifis Mahasiswa alor dan Keluarga

Selfin Etidena posisi diapit Aktifis Mahasiswa alor dan Keluarga

Zonalinenews-Kupang ,- Kepala bidang (Kabid) Pembinaan Hubungan Industrial dan pengawasan ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, Thomas Suban Hoda, ST. kepada zonalinenews  di ruang kerja Jumat 11 Januari 2019  pukul 09.00 wita menjelaskan terkait persoalan Selfina Etidena yang tidak  jadi  berangkat ke Yogkakarta dengan pesawat Lion Air , hal itu oleh petugas Satgas sesuai prosedur.

Menurutnya, beberapa alasan mendasar penahanan selfin ketika yang bersangkutan (selfin) ditanya apakah  dia seorang Mahasiswa kata selfin menjawab bahwa dia seorang mahasiswa UGM bahkan , ketika ditanya lagi  yang bersangkutan  mengaku sebagai seorang mahsiswa UKDW.

Lanjut Thomas  ketika ditanya lagi apakah yang bersangkutan tahu Universitas  UKDW,  yang bersangkutan tidak bisa menjawab sehingga petugas semakin curiga   dan meminta  selfin  untuk menunjukan Kartu Mahasiswa namun yang bersangkutan tidak bisa menunjukan kartu Mahasiswa .

“ Saat itu petugas Satgas juga mengajak selfin untuk  menuju tas yang bersangkutan dan mengambil beberap dokumen   untuk ditunjukan kepada petugas oleh yang bersangkutan (selfin) keberatan. sehingga dasar ini  petugas melakukan penahanan.  Jelang beberap waktu  terjadi komunikasi  via telpon dengan  seseorang yang mengaku sebagai Senat mahasiswa  STT Galelea Indonesia yang menyatakan bahwa Selfina adalah mahasiswa semester VII STT Galelea Indonesia Yogyakarta kemudian kemunikasi tersebut terputus. Dengan  kejadian itu  dan pengakuan serta perkataan yang bersangkutan berbeda-beda. Pertama mengaku sebagai mahasiswa UGM , terus UKDW  terakhir mahasiswa STT Galelea Yogyakarta,” tegas Thomas.

Kecurigaan petugas Kata Thomas, semakin bertambah ketika Selfin tidak bisa menujukan dokumen yang menjelaskan bahwa  selfina melaksanakan PKL  di salah satu di sekolah di Kabupaten Alor.

“ Kaka tolong konfirmasi juga sekolah tempat  PKL  Selfin Etidena di Alor  apakah benar.. ? dan Juga Kebenaran yang bersangkutan Kuliah  di  STT Galelea Indonesia Yogyakarta,” Pinta Thomas  kepada Zonalinenews.

Thomas Uban

Thomas Suban

Penahanan dan pembatalan berangkat  Selfin Etidena, mahasiswi asal Kabupaten Alor di bandara El-Tari Kupang, menuai reaksi dari Ikatan Keluarga Alor (IKA) Kupang, dan sejumlah organisasi mahasiswa asal Alor di Kupang.

“Kami yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alor (IKA) di Kupang bersama Kerukunan Mahasiswa Nusa Kenari (KEMAHNURI) Kupang, mempertanyakan alasan mendasar penahanan Selfina Etidena oleh pihak Satgas. Apakah dilihat dari ciri fisik dan penampilannya? Jika itu yang menjadi dasar atau parameter untuk menahannya  kami  simpulan dan tindakan petugas diduga berbau RASIS, sikap pasca pembantalan keberangkatan secara sepihak tersebut Selfina terkesan dibiarkan dan diterlantarkan pihak satgas, ” jelas Erson Atamau, perwakilan pemuda IKA Kupang, saat konfrensi pers di Asrama Pemda Alor, Kamis 10 Januari 2019 pukul 15.30 wita.

Menurut Erson, Pihak satgas Kata erson seharusnya memberikan layanan transportasi dan akomodasi sebagai bentuk tangung jawab moril dan atas nama kemanusiaa saat menahan Selfina, bukan malah dibiarkan terlantar di bandara.

“Untung saja, Selfina miliki keluarga dikupang, kami tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada dia jika tidak miliki keluarga di Kupang. Tindakan  sewenang-wenang ini telah melukai hati kami sebagai keluarga, kami berpikir jika hal ini dibiarkan maka akan muncul fenomena Selfina-selfina lainnya di bumi Flobamora,” jelasnya.

Menurut Erson, seperti biasanya ketika hendak melakukan penerbangan setiap penumpang wajib menunjukan kartu tanda penduduk (KTP) dan tiket sebagai syarat mutlat untuk melakukan penerbangan. Namum kali ini selain tiket dan KTP, Kartu Mahasiswa asli pun minta satgas nakertras di bandara el-tari kupang. Peristiwa itu bermula ketika selfin yang baru melakukan penerbangan dari alor dan hendak melakukan transit di bandara el-tari.

Erson menceritakan ketika Selfin sampai dibandara El-tari kupang dan hendak melakukan transit di bandara transit ia ditanya oleh petugas satgas nakertras. Bahwa ia mau kemana, gadis ini (Selfin) menjawab kalau ia akan ke Yogyakarta dan petugas itu bertanya lagi kamu buat apa disana, gadis itu menjawab kalau ia kuliah (Mahasiswa) di Yogyakarta semester VII yang baru selesai PKL di Kabupaten Alor sejak bulan Agustus 2018 dan baru mau kembali ke Yoogyakarta,” menceritakn kronologis kejadian.

Lanjut Erson bercerita,  petugas itu langsung meminta kartu mahasiswanya tetapi gadis ini selfin bilang dia sering bolak-balik Yogyakarta tetapi biasanya yang diminta adalah KTP dan Tiket, sehingga KTM nya tidak ia bawah, kalau ijazah ada di dalam koper tetapi semua barang bawaannya sedang ada di bagasi.

“Petugas tersebut kemudian memaksa Selfin untuk segera mengambil Ijazahnya, tetapi Selfin menjawab, bagaimana ia mau ambil sementara barang bawaannya ada di bagasi. Tidak puas petugas itu kemudian menyuruhnya untuk menelpon rekan mahasiswanya untuk membuktikan kalau ia mahasiswa atau bukan, dan Gadis itu pun langsung menelpon Ketua Senatnya di kampus untuk bicara dengan petugas, tetapi setelah bicara petugas itu masih tetap tidak percaya sehingga petugas menyuruh selfin menelpon Mamanya di Alor, setelah Selfin menelpon Mamanya dan bicara dengan petugas, petugas itu langsung menjawab kalau itu bukan mamanya. Karena Selfin perempuan Yatim ini merasa diinterogasi dan ditekan batinnya ia pun langsung menangis,” ujra Erson mengurai kronolgis persoalan.

Erson menambahkan , Sementara sedang berbicara waktu chek-in berakhir dan pesawat Lion Air tujuan Kupang-Yogyakarta pun lepas landas Selfin akhirnya tidak jadi berangkat, Ia bertanya pada petugas itu tentang bagaimana dengan keberangkatannya tetapi petugas itu menjawab “oh… kamu tidak usah berangkat.  jawab petugas.

Erson menegaskan , IKA dan Kemahnuri meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi provinsi NTT, bertanggung jawab penuh atas apa yang menimpa Selfina (*tim)