foto bersama ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loedoe, Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Merry Salow, Sekertaris Komisi III Jainudin Lonek serta para pengelola parkiran di Kota Kupang

Pemenang Parkiran 2019 Di Kota Kupang, Diduga Ada Indikasi Kong Kali Kong


foto bersama ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loedoe, Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Merry Salow, Sekertaris Komisi III Jainudin Lonek serta para pengelola parkiran di Kota Kupang

foto bersama ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loedoe, Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Merry Salow, Sekertaris Komisi III Jainudin Lonek serta para pengelola parkiran di Kota Kupang.

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Pengumuman pemenang pelelangan parkiran tahun 2019 di Kota Kupang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kupang pada bulan Desember 2018 lalu diduga ada indikasi kong kali kong. Sebab, pengumuman yang sudah dijadwalkan oleh pehak Dishub Kota Kupang pada 21 Desember 2018 berubah menjadi 30 Desember 2018. “Kita kasih masuk penawaran itu pada tangal 18 Desember 2018, dan pada tangal 21 Desember itu kita beberapa pengelolah parkiran sudah dapat ucapan selamat melalui SMS dari beberapa orang pegawai pada Dishub Kota Kupang karena permohonan parkiran yang kita masukan itu kita tetap dapat. Namun, pada tangal 30 pihak Dishub mengeluarkan pengumuman yang ditepel di Kantor Disbub Kota Kupang hasilnya berbeda,” kata salah satu pengelolah parkiran Ferdinand Pello saat pertemuan dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Kupang di ruang Komisi III DPRD Kota Kupang, Kamis 4 Januari 2019.

Dia mengatakan, pengumuman pemenang parkiran yang dilkukan oleh pihak Dishub Kota Kupang sudah menyalahi prosedur pelelangan. Pasalnya, ada beberapa titik parkiran yang tidak dimasukan oleh calon pengelola parkiran. Namun, nama tersebut keluar sebagai pengelalo parkiran di tahun 2019. “Contoh saja penawaran parkiran yang diajukan oleh calon pengelola parkiran di titik (U14) dia tidak dapat pada titik yang dia ajukan. Tapi dia bisa dapat pada titik pada titik U 6 yang titik ini pernah dia tidak pernah mengajukan penawaran atau mendaftar diri sebagai pengelola parkiran,” kata Ferdinand.

Menurut Ferdinand, beberapa orang yang mengaku diri sebagai Tim Sikses (Timses) Wali Kota Kupang dari Rumah Aspirasi yang tidak mangikuti proses pelelangan parkiran pada 18 Desember 2018 lalu yang digelar oleh Dishub Kota Kupang, namun nama – nama tersebut keluar sebagai pengelola parkiran. “Proses pelalangan ini sudah tidak benar lagi. Dan proses ini ada indilasi Kolusi,” ungkapnya.

Aturan proses pengajuan sebagai calon pengelola parkiran diwajibkan harus mengunakan KTP-e. Namun, ironisnya, lanjut Ferdinand dari hasil pengumuman tersebut ada beberapa pengelola parkiran tahun 2019 ini yang mengunakan KTP biasa namanya keluar sebagai pengelola parkiran. “Kita minta penguman pemenang pengelola parkuran ini dibatalkan saja,” pintanya.

Menangapai persoalan tersebut Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Merry Salow minta penguman pemenang pengelola parkiran di tahun 2019 harus dibatalkan. Sebab, telah menyalahi mekanisme pelalangan. “Saya minta Dishub Kota Kupang harus bisa mengambil sikap untuk membatalkan pengumanam pemenang itu hingga ada surat rekomendasi dari Komisi III DPRD Kota Kupang. Karena proses pelelangan itu sendiri menyalahi atuaran atau cacat prosedural. Kita minta pengumuman ditunda dan pengelola parkiran yang lama tetap lakukan aktifitas seperti biasa,” katanya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perhungan Kota Kupang Alex Jawarus yang ditemui zonalinenews.com di kantor DPRD Kota Kupang mengungkapkan, pengumuman pemenang parkiran tahun 2019 yang sudah dipasang di Dishub Kota Kupang tersebut tidak sah. “Pengumuan itu tidak sah. Karena kita masih tunggu rekomendasi dari Komisi III DPRD Kota Kupang,” ujarnya. (*hayer)