kembo

Soal Selfin Etidena, IKA Kupang Tuding Kabid Nakertrans Bicara Diluar Kebenaran

kemboZonalinenews-Kupang, Ikatan Keluarga Alor (IKA) Kupang tuding, Thomas Suban Hoda, ST. Kepala bidang (Kabid) Pembinaan Hubungan Industrial dan pengawasan ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, bicara diluar kebenaran.

Hal itu disampaikan Erson Atamau Perwakilan Pemuda IKA Kupang, Jumat 11 Januari 2019, pukul 16.00 wita di Kupang menanggapi klarifikasi Kabid Nakertrans lewat media ini, kalau penelantaran Mahasiswi di bandara El-tari itu sesuai prosedur.

Baca Link berita http://www.zonalinenews.com/2019/01/mahasiswa-alor-protes-soal-penahanan-selfin-kata-kabid-nakertrans-sesuai-prosedur/

“Prosedur apa yang Dia (Kabid Maksudkan..? ). Prosedur yang terkesan sedang mengintrogasi masyarakat kecil. Mereka beberapa orang petugas seperti sedang hakimi orang, dan sampai robek Tiketnya Selfin, apakah itu wajar,” kata Erson, Geram, Jumat 11 Januari 2019.

Lanjut Erson berpendapat, pihak Nakertrans sendiri tidak paham prosedur, tapi mau bicara kebenaran prosedur.

“Sikap pasca pembantalan keberangkatan secara sepihak tersebut, Selfina terkesan dibiarkan dan diterlantarkan pihak satgas sampai saat ini apakah ini sudah sesuai prosedur, dan peraturan yang berlaku. Pak Kabid baca aturan tidak..? Apa yang harus dilakukan pihaknya jika hal itu sudah dilakukan, apa yang harus mereka buat jika Selfin telah terbukti bukan TKW, Dia punya KTM, jelas-jelas dia itu Mahasiswa, kalian malah diam dan tidak menindaklanjuti,” Ucapnya.

Kalau bicara prosedur, hematnya kata Erson, seharusnya saat itu pihak Nakertrans langsung cek NIK dan NIM nya yang tertera pada KTP dan KTM.

Erson melanjutkan, Jika mereka di Bandara El-tari sudah susuai prosedur maka pihak Bandara di Mali-Alor sana yang tidak sesuai prosedur, sebab Selfin barusan dari bandara Alor.

“Petugas itu kalau paham prosedur dan pernah kuliah, pasti Dia tau, tinggal cek saja NIM nya pasti keluar Selfin itu mahasiswa atau bukan, dan juga NIK di KTP nya identitasnya pasti keluar. Tapi karena mereka tidak paham prosedur, jadinya hanya bisa introgasi orang,” kata Erson.

Lebih lanjut, Erson menanyakan, apakah dilihat dari ciri fisik dan penampilannya, Selfin ditahan.??.

“Jika itu yang menjadi dasar atau parameter untuk menahannya, maka kami melihat simpulan dan tindakan petugas tersebut diduga berbauh RASIS,” ungkap Erson.

Dalam pandangan kami semestinya pihak satgas memberikan layanan transportasi dan akomodasi sebagai bentuk tangung jawab moril dan atas nama kemanusiaan.

“Setelah mereka batalkan penerbangannya, mereka bukan lalu duduk diam, semestinya pihak satgas memberikan layanan transportasi dan akomodasi sebagai bentuk tangung jawab moril dan atas nama kemanusiaan. Ini kekeliruan luar biasa yang telah mereka lakukan, kami akan tempuh jalur hukum, ” Tutupnya.

Sebelumnya, Selfin Etidena, Mahasiswi STT Galelea Indonesia diterlantarkan petugas (Satgas) Nakertrans Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan alasan tidak miliki kartu Mahasiswi (KTM).

Selfin  Etidena berkisah kepada Zonalinenes Jumat 11 Januari 2019 , menjawab penjelasan Kabid Nakertrans. Selfin menjelaskan Ketika dirinya sampai di Bandara El-tari dan hendak melakukan transit, Dia ditanya oleh beberapa petugas seperti sedang di introgasi “kamu mau Kemana..?” tanya petugas. Dirinya  menjawab kalau ia hendak ke Yogayakarta.

Lanjutnya,  mereka berbincang-bincang. Petugas itu terus bertanya “Buat apa disana..?” Selfin menjawab petugas itu kalau ia sedang Kuliah (Mahasiswa) di Yogyakarta semester VII, selama ini PKL di Kabupaten Alor sejak bulan Agustus 2018, dan baru hendak pulang tempat study,dan dirinya mengaku kalau Ia adalah penumpang transit dari Alor.

Selfin menuturkan  petugas itu bertanya tak percaya, sembari meminta kartu mahasiswa nya. Tetapi  dirinya (Selfin) bilang. “Aduh, maaf pak saya tidak bawah KTM, karena selama ini pergi pulang biasanya hanya menunjukan KTP dan Tiket, kalau ijazah ada tetapi sedang didalam Cover saya yang sudah dibagasi,” ungkap Selfin.

Petugas bandara itu kemudian memaksa Selfin untuk segera mengambil Ijasahnya, tetapi Selfin berkata pada petugas itu.  “Bagaimana saya mau ambil, sementara barang saya sudah di bagasi,” kata Selfin.

Selfin menambahkan, tidak puas beberapa petugas  kemudian menyuruh dirinya untuk menelpon rekan Mahasiswa di Yogyakarta untuk membuktikan, kalau dirinya Mahasiswa atau bukan.

“Dengan Spontan, Dirinya langsung menelpon ketua Senat nya di Kampus, petugas itu kemudian langsung berbicara dengannya ketua senat di Yogyakarya, sementara telpon petugas itu langsung matikan telpon dan tetap tidak percaya,”ucap  Selfin.

Selfin menuturkan  petugas itu kemudian menyuruh dirinya menelpon mama  di Alor, dan petugas berbicara dengan mama lewat telepon. Namun, setelah berbicara petugas itu masih tetap tidak percaya.

“Saya langsung meneteskan air mata ketika Dia (Petugas) bilang itu bukan mama saya, sebagai perempuan saya gerogi, saya seperti sedang diintrogasi” Cerita Selfin, kepada Wartawan, sambil meneteskan air mata.

Ketika sedang berbicara lanjut  Selfin memohon pada petugas kalau waktu Cek In nya hampir selesai, dan pukul 15:00 Wita pesawat akan terbang, tetapi saat masih ditahan petugas itu, pesawat yang akan ditumpangi Selfin lepas Landas.

“Saya bingung kenapa saya tidak diberangkatkan. Ini bagaimana pak,? pesawat sudah jalan, bagaimana keberangkatan saya.?,” tanya  selfin Etidena berlinang Air mata mengulangi cerita kronolisnya kejadian kepada zonalinenews.

Selfin menambahkan, petugas itu kemudian menjawab “Oh….. kamu tidak usah berangkat.

Beberapa saat kemudian, keluarga Selfin di Kupang tiba di bandara dan melobi ke petugas untuk keberangkatannya, pihak bandara tetap minta KTM yang Asli.

“Mereka minta KTM, jadi saya coba telepon adik di Yogya untuk foto dan kirim KTM saya, adik saya beberapa saat langsung foto dan Krim ke Saya Via WhatsApp, saya kasih tunjuk mereka tapi mereka jawab, itu hanya Modus,” Tutur Selfin.

Pantauan zonalinenews sampai saat ini, 11 Januari 2018, Selfin Etidena masih terlantar di kota Kupang, belum ada upaya dari pihak manapun untuk bertangungjawab atas kerugian jadwal kuliah yang sudah molor sekian hari dan tiketnya yang telah mubazir.

Keluarga Selfin Ones Lande, ,saat ditemui  mengatakan, meraka sempat diarahkan untuk bertemu ibu Plt Kadis Nakertrans tapi saat mereka ke kantor malah tidak bertemu.

“Kami waktu melobi tanggal 5 Januari 2019 meraka bilang langsung bertemu Kadis dikantor Nakertrans untuk cari solusi, tapi ketika kami ke kantor tanggal 7 kami malah tidak diizinkan untuk bertemu Kadis, kami diarahkan untuk bertemu petugas itu lagi, dan Dia tetap menyalahkan kami, tidak mau menerima KTM yang sudah di foto copy. Maunya KTM yang Asli,”kata Ones geram.

Lanjut Ones, anaknya sudah mendapat kerugian kuliah dan tiketnya telah mubazir. Ia berharap pihak Nakertrans NTT dapat bertangung jawab atas kejadian yang menimpa Anaknya.

“Anak saya ini mahasiswa, waktu kuliahnya sudah tersita banyak, semoga pihak bandara, dalam hal ini Petugas Nakertrans bisa bertangung jawab sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Kepala bidang (Kabid) Pembinaan Hubungan Industrial dan pengawasan ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, Thomas Suban Hoda, ST. kepada zonalinenews  diruang kerja Jumat 11 Januari 2019  pukul 09.00 wita menjelaskan terkait persoalan Selfina Etidena yang tidak  jadi  berangkat ke Yogkakarta dengan pesawat Lion Air , hal itu oleh petugas Satgas sesuai prosedur.

Menurutnya, beberapa alasan mendasar penahanan selfin ketika yang bersangkutan (selfin) ditanya apakah  dia seorang Mahasiswa kata selfin menjawab bahwa dia seorang mahasiswa UGM bahkan , ketika ditanya lagi  yang bersangkutan  mengaku sebagai seorang mahsiswa UKDW.

Lanjut Thomas  ketika ditanya lagi apakah yang bersangkutan tahu Universitas  UKDW,  yang bersangkutan tidak bisa menjawab sehingga petugas semakin curiga   dan meminta  selfin  untuk menunjukan Kartu Mahasiswa namun yang bersangutan tidak bisa menunjukan kartu Mahasiswa .

“ Saat itu petugas Satgas juga mengajak selfin untuk  menuju tas yang bersangkutan dan mengambil beberap dokumen   untuk ditunjukan kepada petugas oleh yang bersangkutan (selfin) keberatan. sehingga dasar ini  petugas melakukan penahanan.  Jelang beberap waktu  terjadi komunikasi  via telpon dengan  seseorang yang mengaku sebagai Senat mahasiswa  STT Galelea Indonesia yang menyatakan bahwa Selfina adalah mahasiswa semester VII STT Galelea Indonesia Yogyakarta kemudian komunikasi tersebut terputus. Dengan  kejadian ini serta  pengakuan dan perkataan yang bersangkutan berbeda-beda. Pertama mengaku sebagai mahasiswa UGM , terus UKDW  terakhir mahasiswa STT Galelea Yogyakarta,” tegas Thomas.

Kecurigaan petugas Kata Thomas , semakin bertambah ketika Selfin tidak bisa menujukkan dokumen yang menjelaskan bahwa  selfin melaksanakan PKL  di salah satu di sekolah di Kabupaten Alor.

“ Kaka tolong konfirmasi juga sekolah tempat  PKL  Selfin Etidena di Alor  apakah benar.. ? dan Juga Kebenaran yang bersangkutan Kuliah  di  STT Galelea Indonesia Yogyakarta,” Pinta Thomas kepada Zonalinenews.(*Tim)