IMG-20190131-WA0031

Ini 9 Poin Tuntutan Gertak Flotim Saat Mengelar Demo di DPRD

IMG-20190131-WA0031Zonalinenews- Larantuka,- Gerakan Rakyat Anti Korupsi ( Gertak Flotim-Lembata) Kamis 31 Januari 2019 pukul 11:30 wita melakukan aksi demo menuntut DPRD Kabupaten Flores Timur segera membentuk pansus telusuri berbagai persoalan yang belum tuntas dan menjadi tanda tanya publik

Berikut ini 9 poin pernyataan sikap dan tuntutan dari Forum Geretak yang disampaikan kepada DPRD Kabupaten Flores Timur :

1. Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan gedung Dewan Perwakilan rakyat kabupaten Flores Timor (Flotim) yang bertentangan dengan peraturan daerah nomor 7 tahun 2012 tentang rencana tata ruang dan wilayah. Keputusan yang ditetapkan Pemkab Flotim dan DPRD cacat prosedural.

2. Perencanaan dan pelaksanaan pembagunan sarana dan prasarana pasar Inpres Ekasapta Larantuka yang menelan biaya sekitar Rp. 13.000.000.000 bersumber dari DAK APBN tahun 2016 sudah hampir 3 tahun proses pengerjaan fisik belum selesai sedangkan anggaran yang dipagukan sudah terpakai dan patut diduga ada kerugian keuangan negara.

3. Perencanaan dan pelaksanaan pembagunan JTP di paantai Sagu kecamatan adonara yang tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir.

4. Perencanaan dan pelaksanaan pembagunan talut abrasi pantai di desa bubu atagamu Kecamatan Solor Selatan yang patut diduga tidak sesuai dengan RAP dan merugikan keuangan negara
Pagu dana sekitar Rp. 2.000.000.000.

5. Perencanaan dan pelaksanaan pembagunan talut abrasi pantai Motong Wutung desa Lamakera Kecamatan Solor Timur dengan pagu dana RP.2.000.000.000. pengerjaan tidak sampai tuntas dan dan patut diduga merugikan keungan daerah.

6.perencanaan dan pelaksanaan pembagunan talut abrasi di pantai kampung baru kelurahan ekasapta Larantuka. Pagu dana Rp. 3.000.000.000 patut diduga tidak dapat dimanfaatkan dan merugikan keuangan negara.

7.Perencanaan dan pelaksanaan pembagunan infrastuktur air minum bersih di iIe boleng Adonara Tengah.patut di duga merugikan keungan negara.

8.Perencanaan dan pelaksanaan program peningkatan produksi mente dalam bentuk pemangkasan dan penjarangan pohon mente dengan pagu dana sekitar RP.6.000.000.000 patut di duga merugikan keungan negara.

9. Perencanaan dan pelaksanaan program pemberdayaan kelompok anak muda dalam bentuk hibah yang patut di duga bertentangan dengan permendagri nomor 32 tahun 2012 ttg hibah dan merugikan keungan negara.

Pantauan zonalinenews dalam mengemukakan Aspirasi Forum Gertak Florata diterima oleh Ketua DPRD kabupaten Flores Timur, Yosep Sani Bethan, Wakil Ketua DPRD Robert Kereta, Matias Enai, dan Enam orang anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Sekertaris Dewan Petrus Pemang Liku beserta Staf.

Pada kesemptan itu , Bachtiar Lamawuran menegaskan kepada DPRD Kabupaten Flores Timur agar ke 9 Poin pernyataan sikap harus di pansuskan, Kami minta kepada DPRD selesaikan dan pansuskan  JTP Sagu, Pasar baru Larantuka di pansuskan lebih dahulu,.

“Masa Kalian 30 Anggota DPR ini mau berakhir buat harum sedikit untuk lewotanah,”Tegas Bachtiar.

Sementara itu Ketua DPRD Yosep Nani Bethan  menerima seluruh pernyataan sikap dari Florata yang berdialog langsung, Nani membeberkan Maksud dan tujuan  mengapa di bangun gedung DPRD di Waibalun.(*Rita)