Kepsek SMPN 1 LarantuK

Pra UNBK Siswa Diminta Bawa Laptop, Ini Penjelasan Kepsek SMPN 1 Larantuka


Kepsek SMPN 1 LarantuK

Kepsek SMPN 1 Larantuka, Solirus Soda SPd

Zonalinenews-Larantuka,- Siswa Kelas 9 SMP Negeri 1 Larantuka diwajibkan membawa laptop ke sekolah dalam rangka simulasi UNBK. Bahkan Senin 4 Februari 2019 sebagain siswa kelas 9 akan dipulangkan dengan alasan tidak membawa laptop. Hal ini diungkapkan orang tua murid berinisial HD kepada Zonalinenews Senin 4 Februari 2019 pukul 08.15 wita.

Menurutnya, bila sekolah belum siap dalam pemenuhan fasilitas komputer terkait diadakannya UNBK maka sebaiknya jangan diterapkan. Tapi bila siswa dipaksakan menyediakan laptop (TOSIBA) maka kasihan orang tua.

“Setahu kami ini merupakan program yang menjadi tanggungjawab sekolah seharusnya menyediakan fasilitas sekokah termaksud komputer atau laptop,”tuturnya.

IMG-20190209-WA0012

Sementara itu Kepala sekolah SMP N 1 Larantuka, Solirus Soda, S.Pd ketika di konfermasi Rabu 6 Februari 2019 pukul 12.15 wita di ruang kerjanya terkait persoalan siswa diminta membawa laptop. Solirus mengatakan, tahun lalu (2018) pihaknya mengundang orang tua dari siswa secara terbuka untuk mendiskusikan bersama. Dan pada bulan September 2018 lalu pihaknya juga mendiskusikan bersama orang tua wali murid kelas 9 untuk menyampaikan bahwa ujian Simulasi terjadi pada bulan Februari 2019 dan kemungkinan mengalami beberapa kendala seperti gangguan jaringan.

” Namun semuanya sudah dapat diatasi secara baik dan sudah stabil pada hari Rabu 6 Februari 2019 ini,”ucap Solirus

Solirus Soda membeberkan gangguan-gangguan teknis yang dialami menjadi acaun dan perbaikan agar siswa siap ketika melaksanakan UNBK.

Lanjut Soli, UNBK ini dilaksanakan dalam tiga Sesi, karena jumlah siswa kelas 9 sebanyak 369 orang sehingga di setiap Sesi di bagi tiga. Sesi pertama sampai ke tiga dengan jumlah 123 orang siswa yang melaksanakan simulasi UNBK.

Solirus menambahkan bahwa komputer yang yang sudah tersedia dan terkoneksi jaringan sebanyak 20 unit komputer di tambah beberapa cadangan yang selalu siap.

” Mengapa simulasi ini dilakukan, agar dapat mengukur kekuatan secara internal seperti listrik dan lain-lain. Hal ini pihaknya sudah memberitahukan dan menginformasikan kepada orang tua murid sebelumnya,” tutur Solirus.

Ketika ditanya wartawan mengapa siswa dipulangkan saat simulasi hari pertama Kepala sekolah SMP Negeri 1 Larantuka membantah secara tegas bahwa siswa pulang bukan karena tidak membawa laptop tetapi karena terdapat kekurangan beberapa unit laptop sehingga pihaknya membagi dalam tiga sesi sesuai jadwal yang ditentukan dari Kementrian.

” Kami mengambil keputusan untuk ujian Simulasi ini, tiga anak menggunakan satu unit laptop sehingga semuanya bisa terjawab saat simulasi. Disini laptop guru-guru digunakan untuk sukseskan UNBK, murid dipulangkan karena mereka menunggu sesi berikut saat jam baru mereka datang dan mengikuti simulasi tersebut,” tegas Solirus

Solirus Soda mengharapkan kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah agar semuanya berjalan sesuai harapan bersamai.(*Rita)



TAG