Laiskodat Tegaskan Melantik Pejabat Bukan Karena Tim Sukses


IMG-20190215-WA0016Zonalinenews Kupang,- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa pejabat yang dilantik dirinya bukanlah merupakan bagian dari tim sukses atau pendukung Victory Jos pada Pilkada lalu.

” Secara jujur sebagai Gubernur saya mau katakan berulang-ulang saya hadir disini dengan Bapak Josef Nae Soi, kami tidak sedang menyusun kabinet untuk yang dukung atau tidak dukung. Bapak Ibu yang saya lantik, saya yakin tidak pernah mendukung Victory Jos pada saat pemilihan waktu lalu, saya yakin itu.” tutur Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya pada acara pelantikan pejabat lingkup pemerintah Propinsi NTT Jumat 15 Februari 2019 di Aula Fernandez.

Menurut Viktor yang dilantik agar dapat mewujudkan mimpi dan percepatan. Bagi yang mau beristirahat, maka dirinya persilahkan tapi kalau tidak provinsi ini membutuhkan orang yang mau bekerja.

“Kita harus bersama-sama membangun provinsi ini,” tutur Viktor.

Lanjutnya hari ini dilantik mungkin 6 bulan, satu tahun bisa berhenti karena disiplin. ” Itu tidak ada dan perubahan maka pasti kita melakukan evaluasi dan hal itu adalah hal yang biasa dalam sistem pemerintahan bukan hal yang luar biasa,” ucap Viktor.

Viktor berpesan bagi para pejabat yang telah diganti dan berhenti sebagai Gubernur dirinya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya. Kepada mereka yang menuju masa pensiun dirinya melihat bukan berhenti karena tidak mampu tapi banyak yang luar biasa dan perlu adanya regenerasi dalam provinsi ini .

” Saya melihat senior – senior mempunyai kemampuan yang luar biasa karena itu saya akan mengeluarkan PERGUB untuk menjadi staff khusus Gubernur,”tegas Viktor.

Faktor integritas, faktor kapasitas, kata Viktor Laikodat Laiskodat akan mendorong menuju pembangunan ke masa depan yang lebih baik.

” Sebagai manusia saya telah melihat angka-angka atau sesuatu hal yang keliru saya dengan Wagub Bapak Josef meminta maaf. Nanti kita lihat pada saat kinerjanya 6 bulan kita lihat, tapi saya yakin semua yang dilantik mempunyai tanggung jawab untuk bersama-sama Gubernur dan Wagub menatap masa depan ini lebih baik,” ucap Viktor.

Viktor menjelaskan dengan pergantian pihaknya ingin mendesain baru, ada yang tergantikan. Suatu prodak dan tempat baru agar percepatan pembangunan lebih baik .

” Agar pertumbuhan ekonomi, sosial kemasyarakatan tidak berjalan seperti biasa. Jadi kepala dinas tidak membuat laporan terus menerus seperti itu tidak ada, tapi kita akan memaksa mereka. Kita akan membuat target dan ini harus dikerjakan dengan baik. Apalagi Gubernur model macam saya begini pasti Bapak Ibu cape setengah mati,” tegas Viktor.

Viktor menambahkan  orang Рorang yang kurang waras dan tidak maju tapi kalau hari ini pejabat yang dilantik tetap seperti ini maka tandanya Gubernur dan wakil gubernur dan seluruh pejabat tinggi pertama itu orangnya kurang waras.

“Jadi Bapak Ibu mau waras atau tidak harus kerja benar kalau tidak kita kurang waras. Mudah mudahan kita bersama dalam semangat yang sama dalam motivasi yang sama dan kita ingin agar apa yang kita cita-citakan bukan barang yang sia-sia dan saya ingin semua mengorbankan sisa hidupnya didunia ini. Karena saya lihat kebanyakan tidak lama hidup di dunia ini. Usia maksimal manusia 50 – 60 dan jarang sampai 70 tahun. nah momentum ini kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk membangun,” ucap viktor.

Bapak dan Ibu dilantik menurut Viktor bukan bersama keluarga untuk bangga dan mencintai kekuasaan, tetapi kekuasaan itu harus digunakan sebagai alat untuk melakukan kesejahteraan bagi masyarakat.

Pantauan zonanalinenews berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nusa Tenggara Timur nomor BKD.013.1/1/59/PK-JS/II/2019 Gubernur NTT mengangkat dan memberhentikan sebagian pejabat eselon II. Pejabat yang diberhentikan antara lain adalah Drs. Simon Sabon Tokan (Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat), Drs. Mikael Fernandez (Asisten Pemerintahan) Ir. Alexander Sena (Asisten Perekonomian dan Pembangunan), Ir. Andreas Koreh, MT (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Ir. Yohanes Tay Ruba, MM (Kepala Dinas Pertanian), Drs. Wilhelmus Foni, M.Si (Kepala Dinas Sosial), Ir. Bony Marasin, M.Si (Kepala Dinas ESDM), Ir. Frederick Tielman, M.Si (Kepala Dinas Perpustakaan), Drs. Bruno Kupok (Diberhentikan) Ir. Yulia Arfa (Kepala Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman), Drs. Hadji Husen (Kadis Perdagangan), dr. Yofita Mitak, MPH (Kepala Dinas Ketahanan Pangan), Yohanes Hawula, SH, M.Si (Kepala Satuan Pol PP), Drs. Tini Tadeus, SH (Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Drs. Paulus Manehat, M.Si (Kepala Badan Perbatasan) adalah Ir. Stef Ratu Oedjoe. (*tim )