IMG-20190218-WA0024

SMK Swastisari Kupang Membina Wirausahawan Muda Produktif


IMG-20190218-WA0024Zonalinenews, Kupang – Wakil Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swastisari Kupang, Bonefasius Kia, S.Pd, mengatakan, SMK Swastisari Kupang didirikan pada tanggal 12 Januari 1970 silam dengan dua (2) jurusan yakni jurusan tata buku/ akuntansi dan perdagangan / bisnis pemasaran dengan jumlah alumni sekitar empat (4) ribu orang hingga sekarang.

IMG-20190218-WA0025

Kehadiran Sekolah ini sebagai bentuk Keprihatinan Pendiri SMK Swastisari Kupang almarhum Aloysius Assan, SH, saat itu terhadap kondisi masyarakat NTT yang lambat berkembang, pendidikan minim dan sumber daya manusia ( SDM ) untuk membangun daerah ini juga terbatas sedangkan potensi ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat kaya.

“Potensi alam, Potensi SDM itu ada tetapi karena pendidikan untuk menghasilkan SDM didaerah ini sangat kurang jadi beliau waktu itu termotifasi untuk coba mendirikan sekolah ini,” tutur Bone, kepada zonalinenews, Senin 18 Februari 2019, pukul 11.00 wita, saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Dikatakan,mengapa dia pilih sekolah kejuruan, karena di NTT ini sebenarnya potensi pengelolaan usaha kecil menengah bisa dikembangkan kalau SDM nya di bina, maka lahirlah SMK Swastisari Kupang ini dibawah naungan Yayasan Pendidikan St.Aloysius Kupang.

Dengan visi “menghasilkan sumber daya manusia khususnya tamatan SMK yang produktif, kompetitif, jujur dan bertanggung jawab” SMK Swastisari Kupang mencoba membina wirausahawan muda yang produktif, kompetitif, jujur dan bertanggungjawab sehingga lulusannya siap pakai di dunia kerja.

“Jadi tidak terlalu berpikir harus PNS setelah tamat sekolah tetapi siswa dibina, dilatih untuk kembangkan potensinya lewat pendidikan SMK dan setelah lulus siap pakai”, ungkap Mantan Kepala Sekolah Swastisari Kupang.
Nah, lanjutnya, hanya ada satu kendala yang mungkin dan saya tidak tahu disekolah lain membaca atau melihat, kita di NTT ini ketika orang tua menyekolahkan anak, anak tidak tahu bahwa dia mau kemana, arah pendidikan terakhirnya entah kemana tujuannya

Jadi anak perlu diarahkan bahwa setelah tamat dari SMK pasti memiliki keahlian dan orangtua pasti memberi modal untuk mengembangkan usaha dan ini perlu diarahkan dari awal.

“kita disini selalu beri motifasi kepada anak didik karena banyak yang begitu. Kita tanya mereka setelah tamat engkau mau kemana dan mereka jawab belum pikir sampai disitu”, terang Kia

Kebanyakan orang tua kita di desa – desa berpikiran bahwa yang penting anaknya sekolah jadi pegawai besar atau jadi apa begitu maka anak diarahkan setelah tamat kamu harus ke kantor sana..ke kantor sini jadi pikiran anak tentang PNS pasti urutan pertama.

Sementara peluang UKM di NTT yang sangat potensial mereka lupa sehingga janganlah heran kalau UKM kita di NTT, sesuai fakta kebanyakan dikerjakan oleh teman teman kita dari luar NTT.

” Misal pisang goreng, ubi goreng padahal kita punya ubi tapi kita pergi beli di teman teman kita dari luar NTT tadi”. Katanya.

Jadi itu kendala disekolah ini bagaimana membina siswa, memiliki kemauan serta tidak gengsi terhadap pekerjaan – pekerjaan itu.

Lanjutnya, sekolah kejuruan mau tidak mau harus mengikuti kebijakan pemerintah yang mengharapkan SMK harus menghasilkan tenaga – tenaga menengah yang punya ketrampilan.

Dari segi prestasi sekolah, sejak dari tahun 1972 hingga sekarang banyak prestasi yang diukir oleh SMK Swastisari kupang salah satunya sebàgai sekolah yang mendapatkan piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan sebagai Sekolah yang Jujua dalam melaksanakan UAN pada tahun 2016 lalu

Kemudian dari segi prestasi siswa, katanya, siswa kami pada tahun 2013 pernah lolos seleksi paskibraka tingkat nasional dan juga lolos seleksi Palang Merah Remaja Indonesia dan mengikuti pelatihan di negara Jepang.

Dikatakan, bahwa fokus pembinaan di SMK Swastisari Kupang adalah kejujuran sehingga kelak mereka menjadi pemimpin minimal tidak berlaku curang dan makan bagian orang lain pengelola dan pengembang usaha. ” Tapi dia akan berjalan dan berkarya membangun bangsa sesuai nilai nilai kejujuran yang pernah di ajarkan disini”, tutup Bone (*AK)