Kondisi Pos Jaga Pol PP Kota Kupang di kawasan Kantor walikota. Foto Senin 18 Februari 2019

Thomas Dagang Klarifikasi Soal Utang Anggota Pol PP Badarudin Syahdan


Kondisi Pos Jaga Pol PP Kota Kupang di kawasan Kantor walikota. Foto Senin 18 Februari 2019

Kondisi Pos Jaga Pol PP Kota Kupang di kawasan Kantor walikota. Foto Senin 18 Februari 2019

Zonalinenews- Kupang,- Soal utang itu adalah soal pribadi antara Dondi M Laganguru dan Badarudin Syahdan jangan bawa nama saya dalam persoalan utang itu.

“Yang berhutang itu adalah Dondi Laganguru dia harus bertanggungjawab. Jadi tolong diluruskan soal utang itu yang mencatut nama saya,” demikian klarifikasi Mantan Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas Dagang via telpon kepada zonalinenews Kamis 21 Februari 2019 pukul 14.18 wita menanggapi pemberitaan zonalinenews dengan judul Mantan Kasat dan Bendahara Pol PP Kota Kupang diminta Lunasi Hutang.

IMG-20190212-WA0010

Menurutnya soal utang itu urusan pribadi antara Dondi Laganguru dan Badarudin Syahdan.

“Masa pemerintah (Pol PP) berhutang kepada Badarudin itu persoalan pribadi antara Dondi dan Badarudin tolong nama saya jangan dibawa-bawa,” pinta Thomas.

Zonalinenews menyampaikan bahwa zonalinenws menulis berdasarkan pernyataan anggota Pol PP Badarudin Syahdan yang meminta Mantan Kasat Pol PP dan mantan Bendahara bertanggung Soal utang dan jangan lempar tanggungjawab.

Thomas menjawab soal utang itu urasan Dondi dan Badarudin Syahdan.

“Yang pergunakan uang itu adalah Dondi jadi dia yang bertanggung jawab. Tolong sampaikan ke Badarudin bahwa kalau mau menagih hutang ya sama Dondi. Datang saja ke rumah Dondi tagih hutang kesana. Jangan bawa-bawa nama saya,” tegas Thomas Dagang.

IMG-20190212-WA0009

Diberitakan sebelumnya Mantan Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas Dagang dan Mantan Bendara Dondi M Laganguru diminta untuk mengembalikan uang pinjaman 60 juta rupiah yang dipinjam tahun 2017 lalu sebesar 100 juta. Uang tersebut dipergunakan untuk menutupi tunggakan kesra bagi Anggota Pol PP Kota Kupang tahun 2017.

“Waktu itu saya gadai SK di bank NTT waktu itu zaman kasat lama Thomas Dagang dan bendahara lama, Dondy M Laganguru. Waktu itu uang pinjaman 100 juta yang saya berikan untuk menutupi uang Kesra bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang,” kata Anggota Pol PP Kota Kupang,
Badarudin Syahdan kepada zonalinenews Senin 11 Februari 2019 pukul 10.30 wita.

Lanjut Badarudin pinjamnya di bank sebesar 135 juta namun normal uamg yang dirinya berikan sebesar 100 juta rupiah. Uang itu dipakai untuk membantu menutupi tunggakan Kesra bagi anggota Pol PP. tahun 2017.

“Setelah memberi bantuan uang pinjaman sebesar 100 juta saya pikir masalah uang kesra bisa terselesaikan. Namum bukannya masalah diselesaikan, Bahkan uang pinjaman yang saya berikanpun belum lunas dibayar ,”tutur Badarudin kesal.

Menurut Badarudin, utang tersebut baru dicicil sebesar 40 juta rupiah. Dan sampai saat ini sisa utang 60 juta rupiah belum juga dilunasi.

“Saya sering menagih utang ini kepeda Mantan Kasat dan mantan Bendahara namun keduanya saling melempar tanggungjawab,” ungkap Badarudin.

Sementara itu mantan bendahara Pol PP Kota Kupang Dondy M Laganguru ketika dikonfirmasi zonalinenews Senin 11 Februari 2019 terkait utang anggota Pol PP Baduridin Syahdan. Dondi menjelaskan dirinya bertanggungjawab atas tunggakan utang tersebut.

“Saya akan membayar utang tersebut dengan cara tiap bulan saya akan mencicil 10 juta rupiah,” tutur Dondy menjawab pertanyaan Zonalinenews.

Ketika ditanya zonalinenews perihal uang pinjaman tersebut dipergunakan untuk keperluan apa…? Dondy menjelaskan dirinya tidak bisa bicara banyak.

Mantan Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas dagang yang saat ini menjabat sebagai staf ahli ketika di konfirmasi zonalinenews Rabu 20 Februari 2019 pukul 11.00 wita di rumah jabatan Walikota Kupang soal utang Aggota Pol PP Badarudin menegaskan soal itu dirinya no comen. (tidak mau berkomentar). (*tim)



TAG