Jadi Tradisi Masyarakat Alor di Rote Gelar Natal dan Halal Bihalal


IMG-20190222-WA0007Zonaline News,Ba’a,- Masyarakat Asal Nusa Kenari Pulau Alor yang berada di Kabupaten Rote Ndao, mengadakan syukuran Natal dan Halal Bihalal yang berlangsung di Aula Hotel Videsi Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kamis 21Februari 2019.

Tradisi Turun temurun Masyarakat Alor tersebut di gelar untuk mengingatkan pentingnya persaudaraan masyarakat asal Nusa kenari yang berada di rantauan baik dengan sesama Masyarakat Alor maupun dengan etnis suku Nusantara lainya dimanapun mereka berada.

Tradisi yang masih tetap terjaga ini adalah acara Tahunan yang tidak bisa dipisahkan antara dua kepercayaan atau keyakinan yang berbeda namun diikat dalam budaya dengan semboyan khas Masyarakat Alor yaitu “Taramiti Tominuku”yang artinya terpisah pisah tetapi satu.

Pendeta Jhon Famaney dalam Bacaan refleksinya mengatakan masyarakat asal Nusa Kenari Alor mengadakan perayaan dua tradisi keagamaan secara bersama dan ini merupakan warisan para leluhur Nusa Kenari, yang kemudian diteruskan oleh setiap generasi Nusa Kenari baik yang berada di Alor maupun yang berada di tanah rantau. Karena itu perayaan bersama dua tradisi keagamaan ini sekaligus merupakan ajakan bagi segenap warga Nusa Kenari untuk mengingat dan memelihara warisan leluhur Nusa Kenari.

Menurutnya, Halal Bihalal selalu dilaksanakan oleh umat islam dihari idul fitri, hari setelah perayaan masa puasa yang panjang, dan halal Bihalal merupakan kesempatan bersilahturahmi di antara umat dengan umat yang lain untuk saling menerima, saling memaafkan, saling berbagi cinta kasih serta berkomitmen untuk membangun relasi yang lebih baik diantara seorang dengan yang lain melalui saling mendukung dan saling membangun.

Ia menambahkan dengan Halal Bihalal umat islam mengingatkan bahwa kita semua tidak berbeda-beda tetapi satu dan bersaudara, yang harus terus bersatu dengan kata lain melalui Halal Bihalal umat islam mengajak kita untuk saling menghalalkan atau saling membolehkan dan sebaliknya menjauhkan diri dari sikap saling mengharamkan yang merupakan budaya kemungkaran.

Sementara itu melalui perayaan Natal umat Kristen merayakan hari karya besar penyelamatan Allah bagi umat manusia dimana melalui Natal,Allah berkorban dan menebus dan mengampuni semua umat Manusia dari segala dosa dan kejahatan,melalui perayaan Natal umat Kristen menyadari ketidak berdayaan manusia dihadapan Allah karena dosa, serta tindakan Allah karena Kasihnya Mengapuni dan menyucikan dunia dan umat manusia dari dosa.

Natal adalah cara Allah menyatakan cintanya dengan memaafkan dan menerima kembali umat manusia menjadi milik kepunyaannya,namun Natal tidak hanya tentang Allah memaafkan dan mendamaikan manusia dengan dirinya,tetapi juga tindakan Allah untuk mendamaikan hubungan diantara manusia yang juga dirusak oleh dosa dan berbagai jejahatan.

“Dihari ini dua tradisi keagamaan ini dilakukan secara bersama yang merupakan tradisi turun temurun masyarakat alor untuk saling memaafkan saling mengasihi dan saling membangun diantara seorang dengan yang lain sebab kita semua adalah TARAMITI TOMINUKU atau terpisah pisah namun satu atau ITA ESA, “ungkap pendeta Jhon Famaney.

Sementara itu sambutan Bupati Rote Ndao yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Rote Ndao, Untung Harjito dalam akhir sambutannya mengatakan, pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyambut baik kehadiran paguyuban Keluarga Nusa Kenari dI kabupaten Rote Ndao dengan harapan agar melalui forum ini senantiasa dibangun komunitas untuk saling mengingatkan antar sesama saudara agar dapat menjaga segala tutur, sikap dan perbuatan yang lain dan santun dalam kehidupan ini,dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam Bhineka Tunggal ika,.

“jangalah kita saling menciderai antar sesama saudara maupun antar golongan yang berbeda namun sebaiknya kitalah yang harus menjadi pelopor dalam perdamaian dan cinta kasih sesuai dengan panggilan iman masing-masing. (*toni)



TAG