Dua Komisioner KPUD Alor Sosialisasi Pemilu di Nailang


IMG-20190226-WA0002Zonalinenews- KALABAHI – Dua Komisioner KPUD Kabupaten Alor, Charlemen Djahadael, S.Pd dan Munawir Laamin, S.Pd. menggelar Sosialisasi Pemilu 2019 dihadapan Mahasiswa PMKRI Cabang Alor yang sementara melakukan kegiatan organisasi Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) di Desa Nailang Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor Senin, 25 Februari 2019 pagi.

Dalam sosialisasi tersebut Charlemen dan Nawir menyampaikan materi tahapan dan tata cara dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI,DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten.

Charlemen dalam kesempatan itu mengatakan Mahasiswa perlu mengetahui setiap tahapan dan tatacara dalam proses Pemilu. Dengan demikian para mahasiswa dapat memberikan informasi yang baik agar masyarakat dapat mengikuti setiap proses pemilu dengan baik.

“Informasi yang disampaikan mahasiswa sebagai kaum intelektual dapat dipercaya ketika kalian berada di ditengah masyarakat,” kata Cha sapaan akrab Charlemen Djahadael.

Ditambahkannya Pemilu serentak pada 17 April 2019 merupakan Pemilu yang pertama kali menggabungkan Pemilihan Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten, sehingga perlu juga diketahui tentang warna pada kertas suara yang disiapkan.

“5 kertas suara pada pemilihan umum pada 17 April 2019 yakni Untuk Kertas Suara Presiden dan Wakil Presiden Warna abu-abu, DPD warna merah, DPR RI warna kuning, Dprd Propinsi Biru, DPRD kabupaten Warna Hijau,” lanjut Mantan Wartawan Kalabahi Pos tersebut.

Ia juga menambahkan, tak dapat dipungkiri hingga saat ini masih banyak juga yang belum mengetahui warna kertas suara pada pesta demokrasi mendatang.

“Jadi tujuan dari kegiatan sosialisasi ini agar mahasiswa dan masyarakat dapat mengetahui warna kertas suara, tata cara pencoblosan, pindah memilih dan semua tahapan dalam Pemilu,” ungkapnya.

Sementara Munawir Laamin dalam penyampaiannya menjelaskan tentang Daftar Pemilih Tetap, Daftar Pemilih Tambahan, Daftar Pemilih Khusus. Ia juga memperkenalkan daerah pemilihan serta cara perhitungan suara dengan sistem 1 3 5 7 dan seterusnya.

“Banyak dari kita yang belum mengetahui tentang jumlah daerah pemilihan, pemetaan/pembagian wilayah daerah pemilihan serta jumlah kursi di masing-masing Daerah pemilihan,” kata Nawir.

Lanjutnya, hal- hal ini perlu diketahui oleh masyarakat dan paling penting harus diketahui oleh mahasiswa sebagai masyarakat elitis.

“Ketika kalian berada di tengah-tengah masyarakat, maka kalian dianggap mengetahui segala hal demikian tentang tahapan dan proses pemilu yang akan datang,” pungkas mantan Ketua Cabang HMI Kota Kupang tersebut. (*Dako/Pepenk)