Anggota DPR RI Fery Kase Serahkan 20 Unit Motor Sampah ke Pemkot


20190226_103835Zonalinenews-Kupang,- Anggota Komisi VII DPR RI Fery Kase menyerahkan secara simbolis bantuan 20 motor angkut sampah roda tiga kepada pemerintah Kota Kupang dalam hal ini diterima Wakil Wali Kota Kupang Herman Man.

Acara penyerahan motor berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Kupang Senin 26 Februari 2019 pukul 10.40 wita.

Dalam sambutannya Anggota DPR RI, Fery Kase menjelaskan bantuan ini telah lama diberikan dan untuk acara penyerahnya baru bisa dilaksanakan hari ini karena kendala waktu.

“Motor angkut sampah roda tiga ini diperjuangkan pihaknya di Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. DI NTT dialokasikan Kota Kupang 20 Unit Malaka 4 unit, Belu 12 unit, Sumba Barat Daya 15 unit,” tutir Fery.

Fery melanjutkan , mudah-mudahan kedepan ada pogres daerah ini mendapatkan asas keadilan dalam pembangunan sarana prasarana. Sampah dimana-mana bermasalah untuk itu even internasioanl dunia sangat peduli dengan sampah menjelang 2030. Saya harap Pemkot kedepan dengan bantuan ini bisa manangani sampah dengan benar kalau perlu mendapatkan feel atau nilai ekonomis,” ucap Fery.

Menurut Fery, Pemerintah Kota Kupang di waktu terakhir ini seksi dengan isu penanganan sampah.

” Saya harap sentuhan bantuan dan dukungan dari pusat sehingga Pemkot bIsa memanfaatkan mobil angkut sampah yang bisa berdampak pada nilai ekonomis,” ucap Fery.

Selain sepeda motor angkut sampah juga pada tahun 2018 pihaknya mengupayakan bantuan lampu penerangan jalan umum.

” Ada lampu penerangan jalan umum (LPJU) 175 titik di kota kupang ,” ucap Fery.

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man pada kesempatan itu menjelaskan pemerintah berterimah kasih kepada Fery Kase anggota Komisi VII DPR RI yang telah berjuang sehingga bantuan ini bisa terwujud.

Lanjutnya, bantuan ini ada kaitannya dengan Gerakan Indonsia Bersih.

” Motor ini yang diperjuangkan adalah wujud dari keinginan Pemerintah Kota Kupang untuk menurunkan angka sampah 30 persen. Produksi sampah terendah 05 kg per orang perhari di kota kupang. Kalau 200 ribu penduduk akan menghasilkan 200 ton sampah per hari dan yang dibawa ke TPA paling 69 dan 15 persen sampah yang dibakar,” tutur Herman.

Menurur Herman , saat ini dunia lagi heboh dengan sampah plastik untuk itu sampah harus dikumpul, dipilah dan dikelola. Bahkan sampai di TPA juga harus dikelolah dengan mengubah sampah menjadi energi lsitrik.

” Kedepan seperti itu pemkot lagi mengupayakan kearah sana. Kota Kupang terkenal kotor karena masyarakatnya membuang sampah sembarangan,” ucap Herman.

Untuk itu Keberhasilan sampah di semua daerah kata Herman, ditentukan kebijakan kepala daerah .

” Kami berencana akan studi banding ke Bajarmasin soal pengelolah sampah. Kalau bisa sampah menjadi energi listrik. Konsep kedepan Pemkot 1 kelurahan 1 truk sampah yang dikelola oleh Camat atau Lurah dan mudah mudahan hal ini bisa diwujudkan Komisi VII DPR RI,” pinta Herman.(*tim)