Diduga Dana Tamsil 2018 Diselewengkan Oknum, Pemkot Upaya Bayar


Herman Man

Herman Man

Zonalinenews-Kupang,- Saat ini Pemerintah Kota Kupang sedang mengupayakan agar Pembayaran Tunjangan Dana Tambahan Penghasilan (Tamsil) di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man Selasa 26 Februari 2019 pukul 11.00 wita di Balaikota menjawab pertanyaan wartawan terkait persoalan dugaan penyalahgunaan dana Tamsil yang berujung 65 anggota Sat. Pol PP Kota Kupang hingga kini belum menerima dana tamsil tahun 2018.

Menurut Herman, saat ini pemerintah lagi berpikir untuk membayar kekurangan dana tamsil yang bermasalah itu.

“Kita lagi berpikir uang dari mana karena semua anggaran telah diketok di DPRD. Tidak mungkin kita curi dari dewan, kita tunggu persetujuan dari sana. Kecuali mengurangi dan menutup kekurangan ini dan kita harus bicara dengan dewan ,” tegas Herman Man.

Lanjutnya, terkait proses hukum kasus ini biarkan aparat penegak hukum bekerja.

Ketika ditanya wartawan terkait hasil pemeriksaan Inspektorat terhadap oknum yang diduga menyalahgunakan dana tersebut.

Herman Man menjawab itu tidak perlu diperiksa karena kejaksaan sudah periksa.

” Kalau kerugian negara dibawah 200 juta cukup kami (pemkot/inspektorat). Kalau kerugian 200 juta keatas itu aparat penegak hukum. Kalau sudah begitu kami tidak boleh campur,” jelas Herman Man.

Herman Man menegaskan saat ini pihaknya lagi berpikir untuk bagaimana mengatasi dana tamsil yang belum terbayarkan

Data yang berhasil dihimpun zonalinenews sebanyak 65 anggota Pol PP belum terima dana tamsil dengan rincian PNS 33 orang. Untuk PNS per bulan 750 ribu jika 2 bulan belum bayar berarti 1 Juta 5 Ribu dikalikan 33 PNS hasilnya menjadi 49 juta 500 ribu rupiah. PTT sebayak 22 orang. Untuk PTT 22 orang per bulannya 600 ribu. Jika 2 bulan belum bayar 1 juta 200 ribu rupiah dikalikan 22 hasilnya menjadi 26 juta 400 ribu rupiah Jadi total keseluruhan untuk dana tamsil yang belum dibayarkan kepada 65 anggota Pol PP adalah sebesar 75 juta 900 ribu rupiah. (*tim)