Fery Kase

Fery Kase Sebut Pengelolaan Limbah B3 Rumah Sakit di NTT Memprihatinkan


Fery Kase

Fery Kase

Zonalinenews-Kupang ,- Sesuai peraturan selayaknya Rumah sakit beroperasi harus mempunyai alat pengelolah limbah Bahan Berbahaya Beracun ( B3). Namum kalau di NTT hal ini diterapkan semua rumah sakit wajib miliki alat pengelolah limbah ( Insenerator) maka akan sulit. Karena di NTT sangat minimnya sarana kesehatan ( Rumah Sakit) dan kalau peraturan diterapkan akan berimbas pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat karena banyak rumah sakit di NTT belum memenuhi syarat tentang pengelolahan limbah B3.

” Kondisi pengelolahan limbah B3 Rumah Sakit di NTT sangat memprihatinkan. Untuk jangka pendek pengelolahan limbah B3 di NTT dengan melibatkan pihak ketiga ,” Demikian diungkapkan Anggota Komis VII DPR RI Fery Kase saat diwawancarai Zonalinenews Selasa 26 Februari 2019 pukul 12.30 wita di Hotel Amaris Kupang.

Fery menjelaskan untuk pengelolaan limbah B3 bagi rumah sakit di NTT bisa dihitung dan untuk mengatasi secepatnya pengelolaan limbah B3 harus melibatkan pihak ketiga yang mempunyai kompetensi ini dan itu hanya ada di luar NTT. Sehingga limbah B3 Rumah Sakit tidak berdampak bagi pencemaran lingkungan dan masyarakat.

Menurut politisi Partai Hanura dari daerah pemilihan NTT ini, sampah atau limbah medis yang berasal dari rumah sakit seharusnya dikumpulkan disuatu tempat atau tempat pembuangan sementara, lalu diangkut ke lokasi atau tempat pembuangan akhir yang dilakukan oleh pihak ketiga dan itu solusi tercepat untuk penaganan sampah B3 di NTT untuk saat ini.(*tim)