Pemalsu & Pengedar Uang Palsu Ditetapkan Polisi Sebagai Tersangka


IMG-20190228-WA0006Zonalinenews-Kalabahi – Polres Alor menetapkan EW (44) seorang Kaur Pemerintah Desa Kaera Kecamatan Pantar Timur sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan dan pengedaran uang rupiah palsu yang dilakukannya diruangan Sekretariat Kantor Desa tersebut pada Selasa 18 Februari 2018 lalu.

“Kasus ini terungkap setelah pada 18 Februari 2019 tersangka membawa uang palsu ke Kalabahi dan membelanjakan uang kertas rupiah palsu pecahan Rp. 100. 000 di kios milik korban Kuswandi Kalake pada pukul 18.30 Wita, kata Kapolres Alor AKBP Patar Silalahi, S.I.K saat menggelar press rilis di Aula Adya Daksa Polres Alor Rabu, 27 Februari 2019 pagi.

Lanjutnya, usai berbelanja pulsa hp senilai 20.000 dan 1 bungkus rokok surya12 , korban pun baru mengetahui jika uang tersebut adalah uang kertas rupiah palsu dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pelayanan Polres Alor.

“Atas laporan tersebut, Tim Buser Polres Alor melakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka dan mendapatkan tersangka berada di rumah adiknya di Desa Adang Buom Kecamatan Teluk Mutiara. Dari tangan tersangka juga ditemukan uang palsu pecahan Rp. 50.000 sebanyak 6 lembar,” ujar Patar.

Patar Silalahi menambahkan motif berawal ketika tersangka mencoba memfoto copy uang kertas rupiah asli pecahan Rp.100. 000 miliknya dengan menggunakan mesin printer merk epson type L 360 milik Desa Kaera.

“Ketika merasa mirip dengan aslinya, munculah niat tersangka untuk membuat lagi dan berencana membelanjakannya di Kota Kalabahi,” ungkap pria asal Medan ini.

Dirinya juga menyampaikan pihaknya akan bekerjasama dengan BUMN dan BUMD di perbankan atas kasus ini dengan mensosialisasikan bagaimana mendeteksi uang palsu atau tidak.

Sementara KBO Reskrim Polres Alor Ipda I Gede Eka, SH menyampaikan agar masyarakat Alor bisa lebih teliti dan mengamati peredaran uang di daerah ini.

“Intinya adalah masyarakat lebih tau walaupun daerah kita kecil tapi praktek ini sudah ada. Kami harus ekspose ini karena pelakunya sendiri adalah orang dari kalangan pemerintah desa,” Kata Eka singkat.

Selain menyita printer, pihak Polres Alor juga menyita barang bukti lainnya berupa 1 lembar uang Rp. 100.000, 6 lembar uang Rp. 50.000, sepeda motor, handphone, dompet dan gunting.

Atas kejadian tersebut, tersangka dijerat dengan Primer Pasal 36 Ayat 3 Jo Pasal 26 Ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Subsider Pasal 36 Ayat 1 Jo Pasal 26 Ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Lebih Subsider Pasal 36 Ayat 2 Jo Pasal 26 Ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(*Pepenk)