Centra Gakumdu : Penyerahan 3 Gitar Caleg PDIP Bukan Tindak Pidana Pemilu


IMG-20190228-WA0007Zonalinenews- Kalabahi, – Centra Gakumdu melalui Ketua Bawaslu Alor Dominika Deran mengatakan laporan Paulus Buche Brikmar atas dugaan pelanggaran pemilu penyerahan 3 buah gitar oleh caleg PDI Perjuangan Darlia Bai Gawi bukan merupakan tindak pidana pemilu.

“Untuk itu laporan ini tidak bisa dilimpahkan ke tahap penyidikan serta diberhentikan penanganannya,” Kata Deran didampingi Kanit Pidum Polres Alor Bripka Dickson Domaking dan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Alor Dewa N. A Asmara, SH saat menggelar jumpa pers di sekretariat centra gakumdu Jalan Cempaka Nomor 1 Kelurahan Kalabahi Kota Kecamatan Teluk Mutiara Rabu 27 Februari 2019 petang.

Deran menjelaskan, keputusan Gakkumdu tersebut dikeluarkan dengan mengacu pada hasil penyelidikan Tim Gakkumdu yang dilakukan mulai dari tanggal 12 – 22 Februari 2019 lalu.

“Ada 14 orang yang diambil keterangan dan di BAP yang dilakukan di Sekretariat Sentra Gakkumdu, Sekretariat Panwascam ABAD dan di Dusun Wolang Desa Probur Kecamatan ABAD. Ada juga saksi ahli hukum pidana pemilu Mikhael Feka, SH. MH yang diambil keterangannya oleh tim gakumdu di Hotel Neo Aston Kupang,” katanya.

Ia pun kemudian merincikan, unsur setiap pelaksana peserta dan atau tim kampanye terpenuhi. Karena berdasarkan keterangan pelapor, terlapor, para saksi dan pihak terkait, benar Sdri. Darlia Bai Gawi adalah Caleg DPRD Kabupaten Alor berdasarkan keputusan KPUD Nomor 46 tanggal 15 Oktober 2018. Juga tercatat sebagai pelaksana kampanye Pemilu Calon Anggota DPRD Tahun 2019 yang disampaikan PDIP ke KPU Kabupaten Alor.

“Yang berikut unsur dengan sengaja berdasakan keterangan Andreas Kolimo, Thomas Kawamasi dan Ham Besituba jika 3 gitar itu benar dibawa oleh Darlia Bai Gawi bersama Joni Manikita pada tanggal 29 Januari 2019 diserahkan kepada penanggung jawab gereja Max Joelang dan disaksikan oleh jamaah yang sedang mengikuti sidang tahunan gereja

“Total ada 14 orang yang diambil keterangan dan di BAP dalam klarifikasi yang dilakukan di Sekretariat Sentra Gakkumdu, Sekretariat Panwascam ABAD dan di Dusun Wolang Desa Probur Kecamatan ABAD. Ada juga saksi ahli hukum pidana pemilu Mikhael Feka, SH. MH yang diambil kterangannya oleh tim gakumdu di Hotel Neo Aston Kupang,” katanya.

Unsur dengan sengaja. Berdasarkan keterangan dari saksi Anderias Kolimo, Thomas Kawamasi dan Ham Besituba bahwa terlapor Darlia Bai Gawi dan Jhoni Manikita pada 29 Januari membawa gitar dari Kalabahi ke Wolang. Gitar tersebut kemudian diserahkan kepada penanggungjawab gereja atas nama Max Djolelang dan disaksikan Jemaat yang mengikuti sidang tahunan gereja.

Keterangan saksi meskipun dibantah Darlia Bai Gawi sebagai terlapor, tetapi ketentuan pasal 52 KUHP, terduga mempunyai hak ingkar. “Berdasarkan fakta tersebut di atas maka unsur dengan sengaja terpenuhi karena pemberian gitar dilakukan atas inisiatif atau kehendak sendiri dari terlapor Darlia Bai Gawi,” jelasnya.

Sementara unsur peserta kampanye Pemilu. Ketua Panwaslu menyebutkan merujuk pada PKPU Nomor 23 Tahun 2018, tentang kampanye Pemilu, pasal (1) angka 25, peserta kampanye adalah anggota masyarakat atau warga negara Indonesia yang memenuhi syarat sebagai pemilih, jo pasal 273 UU Nomor 7 Tahun 2017, peserta kampanye Pemilu terdiri atas anggota masyarakat.

“Berdasarkan keterangan saksi bahwa yang menghadiri kegiatan sidang tahunan adalah jemaat dengan kisaran usia 20 tahun ke atas, sehingga unsur peserta kampanye Pemilu terpenuhi,” tambah Deran lagi.

Sedangkan unsur pelanggaran larangan dalam kampanye. Dari keterangan saksi, keterangan sidang jemaat Gereja Tasik Wolang tanggal 29 Januari 2019 merupakan kegiatan rutin tahunan dan bukan kegiatan kampanye. Merujuk pada ketentuan angka (21) PKPU Nomor 23 Tahun 2018.(*tim)