Agus Boli SH

DPRD Minta Proses Hukum Kepala BKPP, Soal Sanksi Agus Boli Tak Respon


Agus Boli SH

Agus Boli SH

Zonalinenews-Larantuka, Menyikapi persoalan yang terjadi di kabupaten Flores Timur dimana 68 orang tenaga kontrak pusat THL penyuluh pertanian yang gagal mengikuti tes, dan hingga kini belum diketahui nasib dan kejelasan terkait persoalan ini.

68 orang tersebut dinyatakan gagal mengikuti CAT karena namanya tidak terverifikasi di BKPP kabupaten Flotim.

Saat di konfirmasi wartawan via telepon Selulernya selasa 26 Februari 2019 pukul 08.53 wita Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Flores Timur, Fidelis Larantukan tidak merespon pesan singkat bahkan lewat SMS pun tak dijawab.

Kepala Bidang di BKPP Yordan Daton saat di wawancarai wartwan pertelpon mengatakan dirinya tidak bisa berkomentar apa-apa, langsung saja pada pimpinan Pak Fidel,” ucap Yordan daton kepada awak media.

Terpisah Anggota DPRD Yohanis ND Paru Rabu 27 Februari 2019 Pukul 17;15. kepada Zonalinenews mengatakan
Dinas terkait dalam Hal ini BKPP tidak terbuka.

” Mereka diam-diam dengan ada persoalan ini kami DPR baru tau, termasuk 72 Orang SK 100 persen tetapi dibilang Bodong, kami kemarin masukan dalam pandangan Fraksi. Semua Fraksi menyarankan agar Pemerintah harus tegas dan bijak dalam mengambil keputusan. Telusuri BKPP ini ada apa? Kalau perlu telusuri dan proses Hukum,”Tegas Yohanes Paru.

Anis Paru mempertanyakan kinerja BKPP bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat yang membutuhkan informasi sangat tertutup.

“bukanya kapan tiba-tiba tutup,” ujar Anis Paru Kesal.

BKPP kata Anis juga sedang menjadi sorotan Lembaga DPRD. Semua Fraksi mendukung untuk telusuri Dinas terkait.

” Kalau memang tidak mampu melakukan pelayanan secara maksimal ya di proses hukum dan di copot saja Kepala Badan kepegawaian ini. Kami dari demokrat menduga ada indikasi penipuan, kasian Nasib, masa depan orang di anggap sepeleh, kami rencanakan Senin akan rapat dan di agendakan Kasus ini biar Tuntas,”Tutup Anis Paru.

Sementara itu wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, SH saat di hubungi pertelpon Awak media dan ditanya soal sanksi apa yang akan diberikan untuk oknum ASN tersebut, Wakil Bupati hingga berita ini dipublikasikan bahkan dihubungi pertelpon tak merespon (*Tim)