Foto : Motor Sampah Batuan Dari Pemerintah Pusat Yang Diserahkan Oleh Anggota DPR RI Asal Partai Hanura, Ferry Kase Kepada Pemkot Kupang

Pemkot Kupang Dapat Bantuan 20 Unit Motor Sampah Dari Pemerintah Pusat


Foto : Motor Sampah Batuan Dari Pemerintah Pusat Yang Diserahkan Oleh Anggota DPR RI Asal Partai Hanura, Ferry Kase Kepada Pemkot Kupang

Foto : Motor Sampah Batuan Dari Pemerintah Pusat Yang Diserahkan Oleh Anggota DPR RI Asal Partai Hanura, Ferry Kase Kepada Pemkot Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Kedepan Pemerintah Kota (Pemkot ) Kupang berencana untuk mengurangi sampah yang ada di Kota Kupang sebanyak 30 persen dari volume yang ada saat ini. Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man kepada wartawan di Balai Kota Kupang usai kegiatan Penyerahan 20 unit Motor Sampah dari Pemerintah Pusat melalui Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ferry Kase kepada Pemkot Kupang, Selasa 26 Februari 2019.

Menurutnya, Dari 200 ton sampah setiap hari harus ada upaya untuk mengurangi volume sampah tersebut dari sampah rumah tangga. “Jadi upaya pengurangan volume dari sampah rumah tangga itu kita harus pilah sejak dari rumah. Contohnya, sampah sayur mayur, kertas itu tidak boleh dibuang di tempat sampah karena sampah seperti itu bisa membusuk. Yang harus dibuamng ditempat sampah itu seperti kaleng dan sampah dari bahan plastik lainnya,” ungkap Hermanus.

Dikatakan, ketika program Pemkot Kupang dalam perbayak bank Sampah maka sampah – sampah tersebut akan berkurang pembuangan samapah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Sampah yang berbahan plastik dan botol kaca itu recall jadi pengurangan sapah. Kemudian 70 persen sampah itu dikelola. Namun, Pemkot Kupang masih membutuhkan mobil truk operasional untuk pengangkut sampah. Maka itu dalam waktu dekat untuk langkah – langkah itu kita minta Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang untuk persentasekan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Kupang saat ini bagai mana sistemnya. Sehingga dari situi kita bisa tahu kekurangan dan kelebihan kita dalam mengelola sampah. Selain itu dari persentase ini juga kita bisa tau sumberdaya apa kita harus perbuat dan dari persentase ini kita juga bisa tau kekurangan anggara kita atau metede ini kita perlu diuba,” kata Herrmanus.

Untuk penanggulangan sampah di Kota Kupang, lanjut Hermanus sebenarnya tidak harus repot – repot. Sebab, dengan program jumat bersih oleh Pemkot Kupang tersebut  secara otomatis kegiatan itu agar tidak menggangu pengangkutan sampah dihari – hari lain. “Selama ini orang kerja bakti hari Sabtu, hari Minggu. Sementara jadwal kita hari Senin itu ada jadwal di tempat lain. Misalnya, jadwal hari sabtu itu pengangkutan ada di wilayah Belo, tapi orang kerja bankti di wilayah Lasiana, sehingga perubahan jadwal truk pengangkut sampah itu butu waktu. Ini kesan masyarakat bahwa kami tidak memenuhi permintaan. Nah ini yang salah karena kami penuhi jadwal itu di wilayah Belo,” jelas Hermanus.

Ia menambahkan, kegiatan bersih – bersih lingkungan yang paling tepat itu ada pada hari jumat sehingga hari jumat dan sabtu itu Kepala Dinas Kebersihan sendiri tidak perlu lagi rute – rute pengangangkutan tersebut. “Biar jadwal pengangkutan ini kembali pada jadwal – jadwal per-Kecamatan yang sudah ditentukan,” papar Hermanus.

Sementara itu Anggota DPR RI Ferry Kase mengunggkapkan, bantuan 20 unit motor sampah untuk pemkot tersebuit adalah bantuan untuk tahun 2018. Namun, batuan motor sampah untuk di tahun 2019 sendiri masih dirancang oleh Pemerintah Pusat. “Saat ini Kota Kupang juga disorot sebagai satu daerah yang kotor. Sehingga sebagai Wakilk Rakyat asal NTT saya merasa peduli terhadap Kota Kupang. mungkin bantuan 20 unit motor sampah ini masih sangat kecil. Tapi paling tidak bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Politisi asal Partai Hanura itu.(*hayer)