20190306_112905

AD DPO Polda, Kasus Judi Bola Guling di Jalan Amanuban Kota Kupang


20190306_112905

Zonalinenews-Kupang,- Pihak Jatarnas Polda NTT Senin. 5 Februari 2019 pukul 23.00 wita berhasil mengamankan perjudian bola guling di jalan Amanuban kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

Pejabat Sementara Kasubdit III Jatarnas Polda NT, Kompol Alexander Aplunggi SH , didampingi Kaur Pullah Infodok ( Pengumpulan Pengolahan Informasi dan Dokumentasi ) Subbid PID Polda NTT, AKP. I Ketut Sedra menggelar jumpa pers Rabu 6 Maret 2019 pukul 11.30 wita di Polda NTT.

20190306_112159

Kompol Alexander Aplunggi menjelaskan berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya dugaan perjudian sehingga pihaknya mengirinkan tim untuk memantau lokasi setelah dipastikan Kebenaran informasi, dilakukan pengebrekan dan pihaknya berhasil mengamankan dua orang tersangka Johan warga kelurahan Kayu Putih dan Iggor pelajar salah satu SMA di Kota Kupang. Sedangkan tersangka AD saat ini masuk dalam daftar pencarian orang ( DPO) Polda NTT karena saat pengebrekan berhasil.kabur.

Lanjutnya Kompol Aplunggi, masing-masing tesangka memiliki peran, yang bersangkutan Johan pemilik meja dan bandar sedangkan AD mengoperasikan meja sedangkan Inggor saat pengebrekan sedang bermain judi dan memagang uang.

Kompol Aplunggi menjelaskan barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu unit meja guling berwarna hitam; satu lembar layar bertuliskan angka, empat batang kayu penyangga meja bola guling, satu botol bedak dan satu buah bola guling.

“Barang bukti lain uang kas 570 ribu rupiah terdiri dari uang pecahan 50 ribu sebanyak 5 lembar, uang pecahan 20 ribu sebanyak 2 lembar dan uang pecahan 10 ribu sebanyak 10 lembar serta uang pecahan 5 ribu sebanyak 36 lembar,” jelas Aplunggi.

Saat ini pihak kata Kompol Aplungi lagi merampungkan berkas paling lambat tanggal 12 Maret 2019 berkas perkara di kirim ke Kejaksaan.

” Pasalyang dikenakan adalah pasal 303 ayat 1 dengan acaamn hukuman 10 tahun penjara,” tegas Aplunggi.

Sedangkan untuk Igggor Kata Aplunggi yang bersangkutan saat ini masih sekolah dikenakan wajib lapor dan berdasarkan hasil pemeriksaan baru pertama kali melakukan permain ini. (*tim)