Banjir Bandang  di Flotim Terjang Rumah dan Jembatan


IMG-20190308-WA0016

Zonalinenews.Com, Larantuka- Banjir bandang menerjang 13 rumah penduduk Kamis, 7 Maret 2019 terjadi di desa Sinar Hading Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur.

Dari sejumlah rumah tersebut, diketahui salah satunya mengalami rusak parah sisanya rusak ringan akibat hantaman material berupa batu serta lumpur.

IMG-20190308-WA0011

Selain menerjang pemukiman penduduk, banjir yang terjadi sejak pukul 13:15 hingga pukul 15 : 00 Wita, akibat hujan lebat selama kurang lebih 4 jam juga merusak tanaman pertanian masyarakat seperti jagung, padi, pisang, mete serta menghanyutkan ternak kambing dan babi. 

Yoseph Kesurang Hurit 53 th warga Dusun I Rt/Rw 01/02 salah satu korban mengaku, kerugian yang dialaminya mencapai Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). 
“Dapur, fondasi rumah serta WC/Kamar Mandi, tumpukan batuh merah saya diseret banjir.  Rugi sekitar sepuluh juta” katanya.

Sementara Carles 35 th, rumahnya ditenggarai mengalami kerusakan terparah. Dimana dinding tembok rumah bagian belakang jebol dihantam material berupa batu juga meluluhlantakan dapur serta gudang berisi persediaan makanan.

“Tembok belakang lubang. Dapur dan gudang hanyut. Gudang isinya cadangan bahan makann” ujarnya memelas. 

Carles mengaku, dengan kondisi rumahnya telah hancur tidak memungkinkan untuk kembali ditempati.
“Rumah ini tidak mungkin saya tempati. Ini jalur merah. Saya pindah” sebut Carles.

Dominikus Dowe Liwun 58 th Kepala Desa setempat mengatakan, akibat kejadian tersebur tidak saja merusak rumah warga, melainkan sejumlah fasilitas umum seperti jembatan, jalan desa serta jarigan pipa air minum ikut menjadi korban.

“Jembatan penghubung jalur Sinar Hading – Balukh Hering putus. Pipa air dan jalan desa rusak parah” kata Liwun

Selain itu, Kades 58 tahun ini juga menjelaskan dampak ikutan pasca banjir. 

“Banyak juga rumah warga tidak rusak tapi dipenuhi lumpur. Termasuk Gereja, SD dan TKK” ujamya.

Menurutnya, berbagai bantuan telah berdatangan. Baik dari Dinas Sosial maupun Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Sudah ada bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD” sebut Liwun.

Kades juga mengaku, Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon, ST telah turun ke lokasi sejak kemarin.

Melihat curah hujan cukup tinggi,  ia menghimabu agar warga desanya yang bermukim tepat berada di bawah gunung Waytrewat senantiasa waspada. Hal itu karenakan rawan longsor

Pantauan media di lokasi pasca bencana, tidak adanya  genangan air namun tumpukan material sekitar setengah meter terliat merata hampir disetiap rumah penduduk. 

Hari ini, satu unit  alat berat serta smobil tangki air tenga membersihhkan sisa material yang ada. (*team)