Tower yang diduga belum mengantongi  ijin di desa Ganjaran.

DIDUGA BELUM KANTONGI IZIN,PIHAK PENGEMBANG NGOTOT DIRIKAN TOWER


Tower yang diduga belum mengantongi  ijin di desa Ganjaran.

Tower yang diduga belum mengantongi ijin di desa Ganjaran.

Zonalinenews-Malang,- Terkesan dipaksakan dan diduga tanpa melalui prosedural, Pembangunan BTS (Base Transceiver Station) milik salah satu perusahaan telekomunikasi yang berkembang di Indonesia ini ngotot di lanjutkan.

Dugaan tersebut bukanya tanpa dasar, Pasalnya salah satu syarat didirikannya BTS (Base Transceiver station) adalah disetujuinya warga sekitar yang terdampak pada pembangunan BTS tersebut.

Hal tersebut terungkap saat beberapa warga sekitar yang berdampak pada pembangunan BTS mengadu kepada YAPERMA (Yayasan Perlindungan Rakyat Malang) pada Sabtu, 9 Maret 2019 di wilayah terdampak yaitu RT.17/RW.03, Desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi, Malang.

Warga saat mengadu

Warga saat mengadu ke Yaperma.

Salah satu warga RT 17, Sholeh kepada zonalinenews mengatakan sebagian besar warga sekitar tempat dibangunnya BTS menolak dibangun dilingkungan RT 17.

“Kami semua menolak dibangunnya BTS dilingkungan kami mas, Sebenarnya satu bulan lalu rencananya dibangun di depan rumah ini, namun kami menolak akhirnya lokasi dipindahkan sekitar 100 meter ke tempat yang sekarang ini. Kami warga sekitar juga tidak diajak musyawarah atau diadakanya sosialisasi dari pihak pengembang maupun pihak Desa kepada masyarakat sini”.ungkap warga.

Sementara Abdulloh Warga RT O7 mengaku pernah didatangi mandor BTS untuk menyuplai pasir dan semen untuk pembangunan BTS tersebut

” Saya masih bingung sama pengembang mas bukankah untuk membangun BTS harus atas persetujuan warga sekitar yang berdampak. Bagaimana cara mereka mengurus izin kepada dinas terkait?”.ungkap Abdullah heran.

Sementara Subcontractor yang mengerjakan pembangunan BTS, Imam Ashari, saat dimintai keterangan melalui telpon mengatakan bahwa terkait dengan perizinan bukan wewenangnya,

“Terkait dengan izin BTS ini saya tidak tahu menahu mas. Itu bukan ranah saya. Saya hanya mengerjakan fisiknya saja”.terang Imam.

Senada dengan Imam, Kepala Desa Ganjaran, Jumadi melalui pesan whatsApp mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu banyak tahu tentang permasalahan tersebut. namun menurut Jumadi pembangunan tersebut sudah atas persetujuan warga sekitar tanah tempat dibangun BTS tersebut.

Menanggapi peliknya masalah yang di adukan oleh warga, Kepala YAPERMA cabang Malang Edik Winarko mengatakan bahwa YAPERMA akan serius menanggapi permasalahan tersebut dan akan mencari tau apakah ada kesalahan ataupun kelalaian yang dilakukan oleh pihak pembangun serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna membela kepentingan Masyarakat.(* ham)