Brimobda NTT Gelar Sidang Perkawinan


IMG-20190311-WA0023

Zonalinenews- Kupang-Satuan Brimobda NTT menggelar sidang Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk (BP4R) di Ruang Rapat Swnin 11 Maret 2019.

Sidang dipimpin Dansat Brimobda NTT Kombes Pol. Deonijiu De Fatima, S.I.K.,S.H, dan didampingi oleh Pjs.Kasubagrenmin Iptu Agus Silvester, Kasi Provost Iptu Michael Seu, Danki 4 Den B Pelopor Labuan Bajo Iptu Raymundo, Perwira Den Gegana Ipda Bento, Ipda Wayan serta Ketua Bhayangkari Cabang Ny.Endang Deonijiu dan Pengurus.
IMG-20190311-WA0021

Sidang tersebut menghadirkan 4 (empat) pasang calon suami istri yaitu Brigadir Randy, Briptu Wandy, Briptu Chooky dan Briptu Noldy yang didampingi oleh para orang tua dan saksi dari calon pasutri ini, serta dihadiri oleh sejumlah personil Satbrimobda NTT.

Sidang BP4R adalah sidang untuk pemberian izin nikah pada anggota yang akan melaksanakan pernikahan dan merupakan syarat yang harus dipenuhi, mengetahui serta memberikan pengertian kpd calon Bhayangkari agar bisa mendukung calon suami dalam tugas Polri khususnya di Brimob yang berintensitas tinggi.

Setelah dinyatakan oleh Provost bahwa anggota yg mengajukan nikah tersebut bersih dan tidak ada sangkutan hal2 yg merugikan instansi, maka Pemimpin Sidang melanjutkan memberikan arahan serta pesan bahwa ” Dengan resminya nanti berumah tangga, maka Personil Brimob harus termotivasi lagi dlm bertugas, lebih disiplin karena sudah ada Istri yang memenuhi dan melayani kebutuhan suami, Istri tidak banyak menuntut suami dan harus memahami kondisi gaji suami serta komunikasi yang baik.”

Dansat juga menambahkan bahwa pengecheckan identitas saksi dan Berkas Nikah serta beberapa pertanyaan kepada calon pasangan sangat penting dilakukan oleh fungsi pengawas agar dikemudian hari tidak terdapat hal2 yang merugikan Instansi.”

Selanjutnya Iptu Agus mengecek administrasi dan mengajukan beberapa pertanyaan.

Ketua Bhayangkari Cabang Ny Endang Deonijiu, mengatakan bahwa dengan bersuamikan anggota Polri maka secara otomatis menjadi bagian dalam organisasi Bhayangkari, maka setelah syah secara Agama dan Catatan Sipil calon Bhayangkari segera menyesuaikan, akan di sampaikan oleh Ibu-Ibu Pengurus tentang Aturan2 dalam organisasi Bhayangkari yang tertuang dalam Juklak No 4/ X/ 2015 tanggal 7 Oktober 2015 antara lain kelengkapan identitas Bhayangkari yaitu Kartu Petunjuk Istri (KPI) yang dibuat Dinas, Kartu Tanda Anggota yang Elektrik dan Surat Pernyataan mengikuti suami.

Selanjutnya kelengkapan Pakaian Seragam beserta atributnya.

Untuk penyerahan secara simbolis dari seksi Ekonomi kepada salah satu calon Bhayangkari beberapa perlengkapan Bhayangkari yg harus dimiliki oleh calon Pasutri.

Setelah calon Bhayangkari mengucap Janji Bhayangkari, Acara ditutup dengan penandatanganan berkas Berita Acara Sidang Nikah dari calon pasutri dan orang tua masing-masing dan memberikan ucapan selamat.(*tim)