20190312_161836

500 Lebih Rumah Rusak, Pemkot Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana


20190312_161836

Zonalinenews-Kupang,- Pemerintah Kota Kupang menetapkan status tanggap darurat bencana akibat kejadian angin kencang di sertai hujan deras Minggu 10 Maret 2019 di Kupang. Penetapan status ini berdasarkan hasil rapat yang dipimpin oleh Plt Sekda Kota Kupang, Yosep Rerebeka di dampingi Dandim 1604 Kupang serta Perwakilan Polres Kupang Kota dan Asisten II Kota Kupang.

Rapat tersebut berlangsung di ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang Selasa 12 Maret 2019 pukul 16.00 wita, dihadiri Pimpinan OPD dan Para Camat se Kota Kupang.

Plt Kadis BPBD Kota Kupang, Ade Manafe dalam mempresentasikan data dalam rapat tersebut menjelaskan data sementara tim verifikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang dengan melihat kondisi korban tersebar di 6 Kecamatan 37 kelurahan yaitu Kecamatan Kelapa Lima, 7 rumah rusak , Kecamatan Oebobo 81 rumah rusak. Kecamatan Maulafa 147 rumah rusak, Kecamatan Alak 105 rumah rusak, Kota Radja 116 rumah rusak dan Kota Lama 25 rumah rusak.

Ade Manafe merincikan rumah Rusak Berat 5 unit, Rumah Rusak Ringan 393 unit dan rumah Rusak sedang 129 unit.

Ade menjelaskan, data presentasi taksiran kerusakan mencapai 1 milliar 74 juta rupiah lebih dan Perkiraan kerugian 137 juta rupiah.

Sementara itu Plt. Sekda Kota Kupang, Yos Rerebeka pada kesempatan itu menjelaskan rumah rusak mencapai 500 lebih dengan ini kita sudah bisa tetapkan tanggap darurat.

“Saya tegaskan bantuan ini sifatnya stimulan dan bantuan di peruntukan bagi warga yang kurang mampu dan bantuan di konversikan dalam bentuk uang ,” ucap Yosep Rerebeka.

BMKG Statiun Merrologi Kupang Bambang dalam kesempatan itu menjelaskan analisis prediksi sampai minggu pertama April 2019 angin kencang dan angin puting beliung sehingga warga Kota Kupang di minta waspada.

” Puting Beliung gerekan melingkar dan sifatnya menghisap dengan radius jangkuan 10 kilo meter. Sedangkan angin kencang yang terjadi Minggu 10 Maret 2019 lalu merupakan angin terkencang yang terjadi di Kota Kupang dengan kecepatan 4, 5 knot,” tuturnya.

Dandim 1604 Kupang, Letkol   F X Aprilian SW dalam kesempatan itu menegaskan penetapan pembelakuan tanggap darurat dengan. SK jangan hanya menjadi selembar surat semata. Pasalnya dalam pelaksanaan kerja jangan sampai hanya karena ada bos saja. tapi sebuah yang harus dikerjakan secara maksimal.

” kita melakukan aktifivitas dan kalau tidak ada bos pelaksanaan aktivitas seperti bateri low bet,” ucapnya.

Dirinya menghimbua kepada RT/RW dan jajaran terkait untuk berpartisipasi dalam penanganan bencana ini. (*tim)