Mucikari Prostitusi Online di Kota Kupang di Tetapkan Sebagai Tersangka


20190314_142037

Zonalinenews-Kupang,- Direktorat Reserse Kriminal Umum Subdit IV Renakta Polda NTT menetapkan tersangka kepada AB pria 22 tahun tinggal di kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang asal suku Rote pekerjaan wiraswasta dan DD pria umur 40 tahun tinggal di Fontein kecamatan Kota Radja Kota Kupang asal suku Flores pekerjaan wiraswasta.

Barang Bukti

Barang Bukti

AD dan DD ditetapkan sebagai tersangka dengan loporan polisi Nomor LP-A/ 65/ II/ 2019/SPKT tanggal 21 Februari 2019 tentang tindak pidana Prostitusi.

PS Kanit II Subdit IV, AKP Tantang dalam jumpa pers Kamis 14 Maret 2019 pukul 11.30 wita di Ruang Rapat Dit Krimum Polda NTT menjelaskan AB dan DD terancam hukuman pidana paling tinggi 6 tahun.

” Kedua ditetapkan sebagai tersangka prostitusi online dengan korban 5 wanita berinisial .HN 18 tahun, MHW 22 tahun, IML 22 tahun, MB 21 tahun dan NP 20 tahun dan para korban alamat rumah di Kota Kupang,” tutur AKP Tantang.

AKP Tatang menjelaskan, AB dan DD menggunakan sosial media menawarkan para korban kepada konsumen dengan sekali pelayanan ( shote time ) paling rendah 500 ribu. Dari 500 dipotong 100 berdasarkan kesepakatan antara korban dan tersangka (Mucikari).

” Bisnis ini sudah berjalan selama 2 tahun dan baru kami ungkap setelah banyak kelurahan terkait maraknya bisnis prostitusi online sehingga pimpinan memerintahkan untuk ditelusuri,” kata AKP Tatang.

Kedua tersangka menggunakan modus membuka aplikasi online we chat dengan mamasang foto wanita. Setelah itu konsumen menyapa chetingan setelah terjadi komunikasi dan kesapkatan maka para wanita tetsebut di kirim ke konsumen dan setelah kebutuhan konsumen terlayani maka dilakukan pembayaran oleh konsumen kepada cewak yang memberikan pelayanan.

” Konsumen membayar upah pelayanan kepada para korban. Korban memotong biaya 100 ribu kalua korban menerima uang dari konsumen 500 ribu ,” ucap Tatang.

Lanjut AKP Tatang Barang Bukti yang diamanakan berupa uang tunai 3 juta 800 ribu HP Android dan Celana Dalam wanita dan celana jens wanita, kondom dan tisue.

Para korban dan tersangka diamanankan di Atambua saat hendak melakukan transaksi dengan pemesan (konsumen) orang dari Atambua pekerjaan Wiraswasta.

Tatang menambahkan cara terangka merekrut korban yaitu penyampain lewat mulut ke mulut. Sedangkan untuk mendapatkan pelanggan para tersangka berkomunikasi menggunakan aplikasi me chat atau sosial media memasang profil foto cewek. (*tim)