Ini Alasan Bupati dan Wakil Bupati di Lantik Pada Hari Minggu


Karo Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu

Karo Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu

Zonalinenews-Ini merupakan kedua kalinya Gubernur Provinsi NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melantik Bupati dan Wakil Bupati di hari minggu. Latar belakang dilakukan pelantikan pada hari minggu adalah tugas pemerintahan tidak di batasi oleh waktu, bekerja 24 jam.

” Bapak Gubernur melantik pada hari minggu. Di balik itu ada pesan bahwa yang namanya membangun NTT, mengembangkan kemampuan, kesejahteraan rakyat tidak di batasi oleh waktu. Apakah hari minggu atau hari-hari lain itu pesan utamanya. Demikian diungkapkan Kepala Biro Humas Setda Propinsi NTT, Marius Ardu Jelamu ketika dikonfermasi wartawan di ruang kerjanya Jumat 14 Maret 2019 pukul 14.30 wita, soal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilaksanakan Minggu 17 Maret 2019 mendatang.

Lanjutnya, masyarakat atau undangan atau keluarga yang akan mengikuti acara pelantikan itu sudah bisa menyesuaikan jadwal ibadah.

” Ada yang pagi, ada yang siang dan ada yang sore hari,” tutur Jelamu.

Ketika ditanya wartawan terkait Keberatan Ketua Sinode GMIT, Pdt Mery Kolimon soal pelantikan Bupati dan wakil Bupati pada hari minggu.

Karo Humas menjelaskan, kita memahami apa yang di sampaikan Ibu Pendeta sebagai tokoh agama tentu ini masukan yang sangat baik sekali. Bahwa karya, kerja dari pemerintahan tidak di batasi waktu. Dan juga akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Alor jatuh pada tanggal 17 Maret 2019 yang bertepatan dengan hari minggu dan itu tidak bisa dihindari.

“Pelantikan akan dilaksanakan pada Minggu 17 Maret 2019 pukul 09.00 wita di Aula Fernandez . Gubernur akan melantik Bupati dan Wakil Bupati Alor, Amon Djobo- Imran Nduru,” jelas Jelamu.

Sebelumnya di beritakan Gereja Masehi Injili Di Timur (GMIT) mengharapkan ketiadaan aktivitas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di Hari Minggu.

“Hari kerja pemerintah secara resmi di Republik Indonesia itu hari senin sampai jumat. hari Minggu merupakan hari ibadah umat kristen,” tandas Ketua Sinode GMIT, Pdt Mery Kolimon kepada wartawan via telepon seluler Kamis 14 Maret 2019 Sore.

Lebih awal ketika ditanyakan apa tata acara GMIT perbolehkan pendeta mendampingi pelantikan pejabat di hari minggu dirinya mengaku kaget bila hal itu sampai terjadi.

“Itu tidak boleh dilakukan, Urgensi apa?. Ini juga sesuai keyakinan iman kepercayaan, sangat menggangu hari ibadah umat kristiani. Sebaiknya aktivitas pemeritahan dilakukan pada hari kerja saja, bukan hari ibadah,” tegas Pdt Mery Kolimon.(*tim)