Penikmat Bakso 99 Berkurang, Siapa Penyebar Foto Uji Lab…?


20190329_133316

Zonalinenews-Kupang,- Depot Bakso 99 Jalan Sudirman Kelurahan Nunleu Kota Kupang Propinsi NTT setiap harinya dikunjungi warga Kota Kupang untuk menikmati lezatnya bakso 99.

Tak tanggung tanggung-tanggung, Sutrisno harus menghabiskan 60 kilogram daging (pentolan bakso) untuk memuaskan pelanggan Bakso 99 yang per hari pengunjungnya rata- rata 600 – 700 orang.

Namun selembar foto yang beredar di sosial media pada kamis 28 Maret 2019 sore tentang hasil uji lab di Puskesmas Bakunase Kecamatan Kota Raja yang menjustifikasi bakso 99 diduga mengandung formalin menghebohkan publik dan foto itu viral yang berimbas pelanggan Bakso 99 berkurang.

Dengan sangat kecawa Penanggungjawab Depot Bakso 99 Sutarno menyatakan tak pernah menggunakan formalin pada bakso yang disajikan.

” Usaha ini sudah berjalan 30-34 tahun yang nggak mungkin saya pakai formalin,” tutur Sutarno.

Untuk menampik tundingan dugaan menggunakan formalin Sutarno membawa 300 pentolan Bakso 99 untuk diuji di lab Balai POM dan saat ini masih menunggu hasilnya.

” Hasilnya masih menunggu dari balai POM, Jadi hasil lab nya Senin atau Selasa. Kalau Negatif mengandung Formalin maka saya upaya hukum. masa mas siang mereka datang ambil sampel terus sorenya langsung viral hasil lab di medsos ada maksud apa ini , ” tanya Sutarno.

Siapa Penyebar Foto Hasil Uji Lab Puskesmas Bakunase.

Pernyataan ini sempat terdengar saat zonalinenews menunggu untuk mewawancarai Kepala Puskesmas Bakunase dr Maria Ivonny Ray yang saat itu ( Jumat 29 Maret 2019 pukul 10.30 wita) lagi pertemuan dengan Sekataris Dinas Kesehatan Kota Kupang.

” itu siapa yang berani menyebarkan foto uji lab di puskesmas Bakunase. Ini tindakan konyol yang tanpa pikir panjang meresahkan,” ujar salah satu staf dinas Kesehatan Kota Kupang yang sempat zonalinenews dengar.

Sementara Sekertaris Dinas Kesehatan Kota Kupang Rudi Priyono mengaku tidak tau siapa penyebar foto hasil uji Lab di puskesmas Bakunase.

” Ada Uji makanan bakso di Puskesmas itu namum tahapan setelah dari puskesmas dilakukan lagi pengujian di lab yang berstandar yaitu lab Dinas Kesehatan Propinsi NTT atau Balai POM (*tim)