Peran dan Partisipasi Pemilih Pemula dalam Pemilihan Umum


IMG-20190331-WA0022

Oleh: Anjulin Y. Kamlasi, Anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Kupang.

Zonalunenews;- Pemilihan umum dikatakan sebagai salah satu sarana demokrasi dan bentuk perwujudan kedaulatan rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin yang aspiratif, berkualitas, serta bertanggung jawab untuk mensejahterakan rakyat dan mampu mewujudkan kestabilitasan negara.

Saat ini negara Indonesia kembali akan melangsungkan pesta demokrasi atau pemilihan umum yang akan digelar diseluruh Indonesia guna memilih wakil rakyat, yakni: DPRD, DPR RI dan DPD untuk ada di parlemen serta memilih kepala Negara presiden dan wakil presiden.

Tentunya hal tersebut sangatlah penting dan wajib untuk diikuti oleh segenap warga Negara Indonesia untuk menentukan siapakah yang layak dan mampu untuk ada dalam posisi ataupun jabatan yang telah ditentukan.

Dalam proses pemilihan umum tersebut terdapat kategori kelompok pemilih yang sangat menarik untuk diperhatikan karena termasuk dalam kelompok yang bisa mempengaruhi tingkat keberhasilan dari pemilihan umum dan memiliki total suara yang cukup banyak.

Kelompok ini ada kelompok Pemilih Pemula yang adalah pemilih-pemilih yang baru pertama kali akan memberikan suaranya dalam Pemilu.

Menurut pasal 1 ayat 6 UU No. 8 tahun 2015, pemilih adalah warga Negara Indonesia yang telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin, kemudian diterangkan bahwa pemilih yang mempunyai hak memilih adalah warga negara Indonesia yang didaftar oleh penyelenggara pemilu dalam daftar pemilih dan pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih sudah/pernah kawin. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pemilih pemula adalah warga negara yang terdaftar oleh penyelenggara pemilu dalam daftar pemilih, dan baru mengikuti pemilu (memberikan suara) pertama kali sejak pemilu diselenggarakan di Indonesia dengan rentang usia 17-21 tahun (Dani, 2010).

Kelompok pemilih pemula menghadapi tantangan yang sangat berat, mulai dari perubahan politik dan permasalahan dalam negeri yang tidak kunjung jelas arah penyelesaiannya hingga tekanan-tekanan globalisasi, perdagangan bebas, terorisme, intervensi internasional, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan kelompok ini akan mengalami kesulitan besar dalam menentukan arah politiknya.

Pemilih pemula di Indonesia memiliki kontribusi besar bagi stabilitas politik di Negara ini tepatnya dalam pemilihan umum tahun ini, namun tidak sedikit pemilih pemula yang kebingungan atau dilema antara apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukannya.

Dibutuhkan peran dari semua pihak untuk membangun kerjasama termasuk pemilih pemula dalam menyuksekan pemilu tahun ini, Memiliki peran yang sangat penting maka para kelompok ini kerap kali akan selalu menjadi target dari peserta pemilu dan juga partai politik.

Menurut Soekanto (2002:243), yaitu peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status), apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. Hal inilah menjadi dasar bahwa pemilih pemula memiliki peran besar dalam kesuksesan pemilihan umum tahun ini sehingga pemilih pemula sebagai bagian dari seluruh pemilih di Indonesia yang memiliki peran besar bagi kemajuan bangsa tidak boleh menganggap remeh dunia politik, khususnya dalam pemilih umum.

Sementara menurut Herbert (dalam Miriam Budiarjo 2015:367) berpendapat partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa, dan secara langsung atau tidak langsung, dalam proses pembentukan kebijakan umum. Di negara-negara demokrasi konsep partisipasi politik bertolak dari paham bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat, yang dilaksanakan melalui kegiatan bersama untuk menetapkan tujuan-tujuan serta masa depan masyarakat itu dan untuk menentukan orang-orang yang akan memegang kekuasaan dan pimpinan tertentu.

Partisipasi politik erat sekali kaitannya dengan kesadaran politik, karena semakin sadar bahwa dirinya diperintah, orang kemudian menuntut diberikan hak bersuara dalam penyelenggaraan pemilihan umum. Oleh sebab itu, pemuda yang termasuk sebagai pemilih pemula harus berkontribusi dalam mencapai keberhasilan pemilihan umum didaerahnya masing-masing tentunya ditunjang dengan kecukupan asupan pendidikan politik.

Pentingnya peran dan partisipasi kelompok pemilih pemula sangat mewarnai dinamika pemilihan umum tahun ini, dengan demikian jumlah pemilih pemula cukup mempengaruhi, sehingga hak warga negara dalam menggunakan hak pilihnya janganlah sampai tidak berarti akibat dari kesalahan-kesalahan yang tidak diharapkan, misalnya jangan sampai sudah memiliki hak pilih tetapi tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena tidak terdaftar atau juga masih banyak kesalahan dalam menggunakan hak pilihnya.

Berangkat dari hal-hal di atas maka ada beberapa bagian penting yang perlu dan wajib diperhatikan oleh kategori pemilih pemula yakni sebagai berikut:

1. Rajin mengikuti sosialisasi terkait dengan proses pemilihan umu.
2. Pandai memilih informasi
3. Ketahui visi, misi dan program peserta pemilu dengan cermat, hal ini akan menentukan arah politik pemilih pemula dalam menentukan pilihan politiknya.
4. Kenali riwayat calon dan partai politik.

5. Pastikan terdaftar dalam daftar pemilih tetap.
6. Menentukan pilihan secara baik dan benar.
7. Menahan godaan

8. Hadir ke TPS saat proses pemilihan umum
9. Hindari Golput
10. Bertanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.

Hal ini harus dimiliki oleh pemilih pemula guna menumbuhkan baktinya terhadap bangsa dan negara.

Adapun hal-hal yang dapat mempengaruhi tingkat peran dan partisipasi dari kelompok pemilih pemula antara lain:
1. Pengaruh lingkungan sosial politik tidak langsung seperti sistem politik, sistem ekonomi, sistem budaya dan sistem media masa.
2. Pengaruh lingkungan sosial politik langsung yang mempengaruhi dan membentuk kepribadian aktor politik seperti keluarga, agama, sekolah dan kelompok pergaulan,
3. Pengaruh struktur kepribadian yang tercermin dalam sikap setiap individu.
4. Pengaruh sosial politik langsung yang berupa situasi dan kondisi.

Berangkat dari penjelasan yang telah diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Peran dan partisipasi politik dari pemilih pemula dalam menyukseskan pemilihan umum tahun 2019 yaitu Pemilih pemula sebagai bagian dari seluruh pemilih di Indonesia memiliki peran besar bagi kemajuan bangsa tidak boleh menganggap remeh dunia politik, khususnya partisipasi mereka dalam pemilih umum.

Selain itu, jumlah pemilih pemula cukup mempengaruhi, sehingga hak warga negara dalam menggunakan hak pilihnya janganlah sampai tidak berarti akibat dari kesalahan-kesalahan yang tidak diharapkan, misalnya tidak memanfaatkan hak pilihnya dengan baik. Dengan demikian maka marilah kita sebagai warga Negara yang mencintai Negara ini patutlah kita menjaga dan menyukseskan proses pemilihan umum yang akan berlangsung tahun ini sehingga kita dapat menentukan pilihan kita demi kesejahteran kita semua segenap warga Negara Indonesia. Ayo ke TPS, pemilih cerdas Tolak Golput.(*tim)



TAG