IMG-20190319-WA0064

Manfaatkan Tanah Jadi Energi Listrik, Prodi Fisika Juarai Lomba Mawapres


IMG-20190319-WA0064

Zonalinenews’Kupang,- Mahasiswa program studi (Prodi) pendidikan Fisika, sabet juara satu lomba mahasiswa berprestasi (Mawapres) tingkat fakultas. Kegiatan ini digelar BEM Fkip Undana dalam merespon program pemerintah Indonesia melalui Ditjen Belmawa Kemenristekdikti,  9 Maret 2019.

Dalam upaya memanfaatkan alam sebagai energi terbarukan, Mahasiswa pendidikan Fisika Fkip Undana gunakan tanah merah sebagai bahan dasar penghasil energi listrik. 

IMG-20190319-WA0066

Gaudensia Dwi Putri Bao Utha, kepada zonalinenews menyampaikan, kebanyakan orang menggunakan air, angin, ataupun sinar matahari. Tetapi untuk tanah belum banyak dimanfaatkan, padahal tanah sebenarnya berpeluang besar untuk menghasilkan energi listrik.

“Sudah Sering orang menggunakan air, angin, atau sinar matahari, tapi tanah juga bisa. Selain itu, dengan menggunakan tanah sebagai sumber penghasil energi listrik, kelebihan yang diperoleh tidak menyebabkan polutan, dapat diperbarui, tidak bergantung cuaca dan sinara matahari. Jadi, dapat digunakan pada saat musim hujan maupun musim kemarau, dan dapat ditemukan dimana saja karena 25℅ tanah di Indonesia adalah berjenis tanah merah, ” ucap Utha Ketua Tim Kelompok Pemenang lomba Mawapres.

Utha menambakan, untuk arus yang dihasikan masih dalam tegangan yang rendah, sehingga  harus dikembangkan lagi, sehingga dapat menghasilkan arus listrik dengan tegangan yang lebih besar.

“Kedepan kami akan terus bekerja, sampai pada tingkatan penelitian dan jika Tuhan berkehendak, kami bisa pasarkan,” Tutur Gaudensia, mahasiswa Fkip Fisika semester VIII.

Erwin Alexsander Gilbert Mau, salah satu anggota tim, ditempat yang sama menjelaskan, energi tanah selama ini sebenarnya tidak dipikirkan banyak orang. Salah satu Universitas di Sulawesi pernah lakukan riset. Tapi, mereka gunakan seng, dan kami pilih gunakan alumenium, karena alumenuim lebih tahan karatan.

Tanah merah di NTT, kata Erwin, dapat digunakan sebagai sumber energi untuk baterai. “Potensi ini yang kami pikirkan untuk bisa sebarluaskan informasi ke Masyarakat,” Kata Erwin, di ruang kuliah Fkip Fisika Undana.

Cara kerjanya, Erwin menjelaskan, seperti cara kerja baterai pada umumnya. Pasta pada baterai diganti dengan tanah merah.

“Cara kerjanya gampang, tinggal kita gantikan pasta pada baterai dengan tanah merah, lalu alumenium dipakai sebagai anoda dan seng sebagai katoda. Ketika tanah merah dicampur air garam maka akan terjadi reaksi,” Jelasnya.

Tanah merah itu sendiri, lanjut Erwin, banyak mengandung alumenium, itu yang menyebabkan reaksi kation bereaksi cepat.

“Keungulan tanah merah mengandung alumenium dan zat besi, sehingga sifat asamnya tinggi, dan PH nya kecil, karena PH nya kecil itu yang mudah menghantarkan arus listrik,” ucap Erwin.

Jenis tanah di NTT, kata Erwin, pada umumnya jenis tanah litosol. Di NTT tanah merah tersebar merata khususnya di Kupang timur.

“Tanah merah jenis litosol di NTT tersebar merata, di Alor, Flores dan Sumba, saya dengar disana banyak tanah merah, tapi kali ini kami pakai yang ada di pulau Timor khususnya di Kupang timur,” Imbuhnya.

Namun begitu, Erwin mengatakan, mereka masih studi pustaka belum dibuktikan dengan riset penelitian. Sebab itu aturan Belma Dikti.

“Ini kami baru kajian pustaka, karena aturan baru untuk karya Ilmia dalam Mawapres 2019 tidak sampai pada penelitian. Dulu ada, bisa kajian pustaka dan atau penelitian. Kali ini Khusus untuk tinjauan pustaka bukan penelitian,” tutup Erwin.

Informasi yang berhasil dihimpun Zonalinenews, karya ini dikerjakan selama satu bulan untuk dilombakan pada Mawapres tingkat Fakultas. Diciptakan oleh tiga mahasiswa Fisika yakni Gaudensia Dwi Putri Bao Utha,
Maria Delfiana Ikun Suri dan Erwin Alexsander Gilbert Mau. Mereka bertiga dibimbing oleh Dosen Program Studi Pendidikan Fisika, Marsi D.S. Bani, S.Pd.,M.Si. (*Erson)