20190406_075212

Usai UNBK SMAN 8 Kupang Akan Dihijaukan 500 Anakan Kelor


Zonalinenewa-Kupang,- Hanya decak kagum yang bisa saya lakukan begitu saya tiba di SMA Negeri 8 Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur, Pasal SMAN 8 Kupang yang dulunya dikelilingi batu karang serta padang ilalang perlahan mulai dipoles dengan program Green School.

Memang cukup sulit dengan keterbatasan anggaran merubah lingkungan sekolah yang dulunya tandus dan gersang bukanlah perkara gampang. Pasalnya dibutuhkan kerjasama semua pihak sekolah, kesadaran dan disiplin serta semangat untuk menghijaukan sekolah. Ucap Kepala SMA Negeri 8 Kupang, Haris Akbar saat Zonalinenews berkunjung Sabtu 6 April 2019 pukul 08.30 wita.

Haris Akbar ditemani Wakasek Humas, Ibrahim Panie, dan beberapa staf SMA Negeri 8 Kupang saat itu mengisi waktu libur Sabtu itu dengan kegiatan membersihkan rumput yang tumbuh di taman serta lingkungan sekolah.

Walaupun cuaca sabtu itu mendung, Zonalinenews diajak Haris Akbar dan Ibrahim Panie mengitari 2 Hektar luas area sekolah demi melihat pepohonan ridang tersebar penuhi area sekolah yang dulunya gersang.

” Rencananya usai ujian UNBK kami akan menanam 500 anakan kelor. kan saat ini kami sudah bangun pagar tembok keliling, sehingga tanaman bebas dari santapan ternak sapi atau kambing milik warga sekitar,”ucapnya.

Demi mengsukseskan program Green School di SMA 8 Kupang kata Ibrahim Panie usai ujian UNBK seluruh siswa membawa anakan kelor.

“Kami sudah membagi area per kelas selain untuk menanam anakan kelor para siswa wajib merawat dan menjaga setiap area yang dibebankan sekolah bagi tiap kelasnya,” jelas Ibrahim.

Usai mengelilingi sekolah Kepala SMAN 8 Kupang mengajak Zonalinenwws untuk beristirahat sejanak di salah satu taman sekolah yang sejuk karena dipayungi lebatnya pohon duri yang daunnya rindang menjulang tinggi.

Di bawah pohon Duri dengan suasana santai Haris Akbar bercerita kepada Zonalinenews, untuk menghijaukan sekolah ini bukan hal gampang apalagi sekolah ini dikelilingi batu karang dan sulit akan air bersih.

” Untuk memenuhi kebutuhan air di sekolah per bulan dibutuhkan 12 – 14 truk tengki Air,” ucap Haris.

Sedangkan untuk menimbun bebatuan karang Kata Haris Akbar, pihaknya mendrop material tanah.

” Sudah banyak material tanah yang didrop. Selain biaya Kami terkendala akses jalan sehingga setelah didrop didepan sekolah pihaknya melibatkan semua komponen sekolah mengangkut material tanah untuk menumpuk tumpukan karang,” keluh Haris Akbar.

Bukan hanya itu ucap Haris Akbar, karena karekter tanah berkarang pihaknya dalam menanam anak harus menggunakan mesin pengali tanah dan mesin tersebut didapati dengan cara meminjam dari pihak lain diluar sekolah.

“Ini semua saya lakukan agar sekolah ini mempunyai ciri khas yaitu sekolah Green School, walaupun terletak di Kota Karang,” tegas Haris. (*rim)