IMG-20190410-WA0011

Unik, Umat Muslim Larantuka Berbagi Hunian Dengan Peziarah Semana Santa


Zonalinenews -Larantuka, – Ditenga carut-marut perpolitikan jelang Pemilihan Presiden dan Legislagitif  2019, sering berhembus berbagai informasi mengedepankan sikap intoleran. Namun, keadaan tersebut rupanya tidak mampu mengoyahkan sikap hidup toleransi umat beragama Katolik – Muslim di Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Sejarah mencatat, kedua pemeluk agama tersebut telah ada dan hidup berdampingan sejak dahulu kala di Kabupaten terujung pulau Flores.

Selain Muslim, Larantuka dengan mayoritas umat Katolik, juga dikenal dengan sebutan Kota Reinha namun di dalamnya hidup lima Agama besar di Indonesia yakni Islam, Katolik, Kristen Hindu serta Budha.

Kota kerajaan Katolik bekas jajahan Potugis ini, sebelum memasuki perayaan Paskah, memiliki acara keagamaan “Pekan Semana Santa” berpuncak pada Prosesi Jumad Agung yang sanagat terkenal di berbagai belahan dunia  sehingga menjadikannya icon andalan Wisata Religius tentu saja mendatangkan ribuan pesiarah baik domestic maupun manca negara. 

Keadaan ini, tentu saja sedikit menyulitkan Panitia maupun umat Katolk setempat dalam mengakomodir tempat hunian bagi para tamu. 

Menyikapi situasi tersebut, sebagian umat Muslim setempat tepatnya di Kelurahan Ekasapta Kecamatan Larantuka rela berbagi hunian gratis, bagi pesiarah Semana Santa yang kesulitan mendapatkan pemondokan selama berlangsungnya acara keagamaan. 

Selain merelakan rumah mereka ditempati, warga juga menyiapkan konsumsi bagi para tamu.

“Kita berbuka diri. Selain menyiapkan tempat menginap juga konsumsi” hal ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Flores Timur Ahmad Bethan, Selasa 9 April 2019 dikediamannya Kelurahan Ekasapta.

Menurut Bethan, kebiasaan ini sudah berlangsung beberapa tahun silam. Baik tamu seputar NTT maupun yang datang dari beberapa kota besar di pulau Jawa.

“Sudah berjalan sejak beberapa tahun silam. Baik pesiarah dari Maumere, Ende Bajawa, Manggarai serta Surabaya” sebutnya.

Untuk memastikan kerelaan umat Muslim memberikan tumpangan gratis, pihaknya terlebih dahulu membangun komunikasi secara intens.

Peningkatan pesiarah terus terjadi dari tahun ke tahun. Meski demikian pensiunan tetap optimis adanya hunian gratis dari Jemaah setempat. 

“Setiap tahun, pasti ada peningkatan pesiarah. Meski demikian, hunian gratis tetap disipakan Jemah secara sukarela” ujar pensiunan PNS. 

Rumah Jemaah Muslim Larantuka, yang memberikan tumpangan gratis bagi peziarah diantaranya Haji Husen, Pak Anwar, Bapak Imam Muhammad Wadan, Pak Muhammad Nur, pak Idris Lewar serta jemaah lainnya. 

Tidak saja menyiapkan rumah warga secara gratis, Remaja Masjid (Remas) Kota Larantuka juga turut dilibatkan dalam pengamanan bergabung dengan Panitia Keamanan Gereja. 

Larantuka, kota dibawah kaki gunung Ilemandiri dimana penghuninya masih berpegang teguh kepada nilai-nilai toleransi dalam bingkai ke-Bhinekaan Tunggal Ika serta kental dengan kebudayaan setempat yakni kebudayaan Lamohot erat mempersatukan persaudaraan Muslim-Kristen. (*Ritha Senak).