Anderias Lodi Rohi

BPN Terkesan Berbelit, Warga TDM Keluhkan Pelayanan Sertifikat Tanah


Anderias Lodi Rohi

Anderias Ledo Rohi

Zonalinenews-Kupang,- Warga RT 28 RW 08 Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Kota Kupang Propinsi NTT, Anderias Ledo Rohi, (67l) dan istrinya Meriani Kana ( 47) kepada Zonalienews Minggu 14 April 2019 sore mengeluh dengan pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kupang soal pengurusan Sertifikat Tanah.

Pasalnya pada April 2018 lalu pihak BPN Kota Kupang melalui beberapa staf bersama Lurah TDM (saat itu ) Erwin Henuk ditemani Babinsa melakukan pengukuran tanah ukuran 400 meter persegi untuk rencananya diterbitkan sertifikat dengan program PTSL.

” April 2018 disaksikan tuan tanah Anton Deo serta saksi-saksi diabtarnya Paul dengan petugas BPN yang dipimpin Pak jamal melakukan pengukuran tanah Miliknya,”jelas Anderias.

Setelah melakukan pengukuran saat itu kata Anderias pihaknya menunggu info terkait penerbitan sertifikat karena berkas dan proses pengukuran telah selesai.

Pada bulan September 2018 kata Andreas dirinya terkejut karena mendapatkan informasi bahwa para tetangga yang saat itu (April 2018) melakukan pengukuran tanah dengan program PTSI sudah mendapatkan sertifikat.

Lalu kata Andereas pihaknya menghubungi lurah dan menanyakan alasan pihaknya belum mendapatkan sertifikat tanah program PTSL sedangkan yang lain mendapatkan, lalu Lurah menghubungi pak Jamal dan pak Jamal menyampaikan bahwa program PTSL sudah tutup

Tidak puas terhadap hal ini beber Anderias pihaknya mendantangi Kantor BPN dan bertemu dengan pak Jamal.

” Setelah ketemu pak Jamal langsung menyampaikan kepada kami denah atau gambar sudah dibuat sedang diproses tapi ada masalah dengan jaringan menyuruh kami untuk pulang ke rumah. Sambil berjanji akan mengubungi kami kalau proses gambar selesai,” ucap Anderias.

Menurut Anderias , setelah menunggu dan menungu tak ada info dari pak Jamal dan dirinya terkejut pada bulan September dapat info dari tetangganya rata-rata sudah memiliki sertifikat pengukuran April 2018.

” Setelah menunggu dan menelpon pak Jamal tak merespon dan tak memberikan informasi terkait pengurusan sertifikat itu ,” ujar Anderias.

Akhirnya Aderias Rohi ditemani istrinya ke Kantor BPN Kota Kota menemui salah satu pimpinan mengadukan persoalan ini. Dan oleh pimpinan itu diteruskan penyelesaiannya oleh pak Soni .

” Kami disarankan untuk melakukan pembuatan sertifikat lewat jalur umum dan kami pun mendaftar serta membayar di Bank sebesar 480 ribu rupiah, kalau tidak salah November 2018 waktu itu,’ tutur Anderias.

Setelah semua berkas administrasi dipenuhi pada jumat 25 Januari 2019 BPN Kota Kupang ditemani Lurah TDM (Baru) pak Ludji serta tuan tanah disaksikan para saksi melakukan pengukuran tanah untuk kali kedua kalinya.

Setelah pengukuran selesai kata Anderias , pak lurah bertanya.

” Pak Lurah tanya ke salah satu petugas soal berita acara penyelesaian dan petugas menjawab nanti saja hari Senin di kantor ,” tutur Anderias Ledo Rohi.

Lanjut Anderias , Pada Hari Senin dirinya bersama istri mendatangi Kantor BPN Kota Kupang bertemu petugas menanyakan soal berita acara pengukuran serta perkembangan proses pengurusan sertifikatnya.

” Saya selalu tidak mendapatkan jawaban yang jelas dan terkesan berbelit, padahal beberapa kepala Bidang di kantor BPN telah saya utaran persoalan yang saya hadapi namun hingga kini sertifikat tak kunjung saya dapatkan,” ujar Anderias Ledo Rohi .

Sementara itu Ketika Zonalinenews Senin 15 April 2019 pukul 10. 00 wita Zonalinenews ingin mengkonfermasi persoalan Anderias Ledo Rohi Ke Pimpinan Badan Pertanahan Nasiaonal ( BPN) Kota Kupang, oleh petugas security memjelaskan bahwa pimpinan lagi kegiatan diluar.

” Selain kepala adakah pejabat lain yang bisa memberikan keterangan terkait persoalan Anderias Ledo Rohi,”tutur Zonalinenews sambil menjelaskan persoalan ke petugas.

Oleh petugas menjelaskan kalau terkait masalah itu (yang dijelaskan Zonlinenews itu pak Soni atau bidang Hukum namum keduanya saat ini sedang betugas keluar.

” Kaka besok saja datang lagi karena mereka saat ini lagi tugas keluar;” tutur petugas itu ke Zonalinenews.

Keesokan harinya Selasa 16 April 2019 pukul 08.30 wita kembali Zonalinenews mendatangi Kantor BPN Kota Kupang. setelah mengutarakan maksud Zonalinenews, petugas security menyuruh menunggu dan menyampaikan ke Pimpinan

Setelah menunggu kurang lebih 20 menit salah seorang yang mengaku staf Administrasi Umum Jefri menemui Zonalinenews.

Kepada Zonalinenews terkait persoalan Anderias Ledo Rohi, Jefri menjelaskan bahwa BPN kota Kupang menangani banyak berkas yang masuk jadi bila punya fotocopian berkas pendaftaran tunjukan agar bisa lacak berkas tersebut.

” Kaka ada berkas foto copian kakabbisa tunjukan supaya bisa dilacak posisi berkas. Soal pengurusan sertifikat Prona atau PTSL Kalau kekurangan berkas atau administrasi maka serifikat tidak bisa diproses , ” tutur Jefri Kepada Zonalinenews.

Lanjutnya, jefri sambil menyarankan Zonalinenews untuk bisa menunjukan fotocopian berkas milik Anderias Ledo Rohi.

” Kaka nanti bisa bawa fotocopian berkas pendaftaran supaya saya bisa tau proses berkas tersebut sudah sejauh mana,” ujar Jefri.

” Oh iya kaka kalau yang di TDM itu kalau tidak salah terkendala tanda tangan batas soalnya ada tetangga yang belum menadatangi batas. Namun yang pasti kaka coba bawa fotocopian berkasnya supaya saya bisa telusuri dan jelaskan ke kaka,” ucap Jefri. (*tim)