IMG-20190422-WA0121

Camat ATU Diduga Ambil Alih Fungsi PPK


IMG-20190422-WA0121

IMG-20190422-WA0122

Zonalinenews-Kalabahi,- Camat Alor Tengah Utara Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengambil alih fungsi panitia pemilihan kecamatan (PPK) pada pemilihan umum tahun 2019.

Pasalnya Pemilihan umum anggota Legislatif dan pemilihan Presiden di kabupaten Alor Tahun 2019 menuai kontra antara pemerintah dan penitia penyelengara pemilihan Umum, yang berujung ketua PKK harus mengundurkan diri dari jabatannya.

ketua PPK kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Nehemia Matingmau kepada wartawan menyampaikan, sebagai ketua PPK dirinya menolak pemerintah mengambil alih fungsinya untuk menjemput kotak suara.

“Sebagai ketua PPK saya menolak camat untuk jemput kotak suara, sebab itu kewenangan mutlak kami PPK yang tidak bisa di Intervensi pemerintah,” kata Nehemia, melalui Via telepon selulernya, Minggu 21 April 2019.

Nehemia melanjutkan, ketika camat memerintahkan mobil dinas untuk mengangkut kotak suara, itu telah telah menyalahi aturan.

“Bapak Camat ini mengerti aturan atau tidak.? urusan pemilihan umum itu bukan urusan Camat. itu urusan panitia penyelengara pemilu,”ucapnya.

Istri camat, kata Nehemia merupakan calon anggota legislatif (Caleg), ada hal prinsip yang ketika Bapak camat mainkan peran ini menimbulkan banyak kecurigaan, dan menyalahi aturan pelanggaran pemilu.

“Kami menduga bapak ini tidak beres, istrinya Caleg, Dia yang menjemput kotak suara. Ini ada apa.? saya sudah melarang sebelumnya, tapi bapak camat tetap mau jemput kotak suara dengan mobil dinas,” kata Nehemia.

Namun begitu, lanjut Nehima dirinnya telah mengundurkan diri sebagai ketua PKK, dan memberikan mendat kepada anggotanya untuk melakukan pleno di tingkat kecamatan.

“Saya resmi undur diri, surat mandat untuk anggota telah saya buat, nanti mereka pleno tanpa saya sebagai ketua PKK. Ini salah camat, kenapa mau ambil ahli fungsi kami, padahal sudah saya larang sebelumnya, ” Imbuh Nehemia, kesal.

Nehemia menegaskan, dirinya telah melarang jika ada pihak lain yang ingin mencampuri urusannya. Sebab, jika ada kendala dirinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Jika dalam kondisi genting saya akan langsung panggil pihak kepolisian dan Koramil, kenapa tanpa arahan saya Camat seolah mengambil fungsi saya. Ini ada yang tidak beres sebab istri Camat itu Caleg juga.

Dia (Camat) kata Nehemia, Diduga sengaja lakukan hal ini untuk kepentingan istrinya.

Camat Alor tengah Utara Simon Atalo,S.Sos. ketika di konfirmasi awak media, suntuk marah-marah.

Dirinya akui benar jemput kotak suara di desa manetwati kecamatan Alor tengah Utara dengan mobil dinas (Plat Merah), dan berkata dalam aturan tidak ada yang melarang.

“He Lu (Kamu) wartawan jangan main-main dengan saya. Saya ini yang Simon Atalo, saya tidak takut sedikit juga. Saya buat itu benar, sekarang saya ada duduk dengan anggota polres Alor, saya tidak takut. Lu kastau Nehemia, tanpa Dia ketua besok kita akan pleno,” ucapnya.

Dirinya camat, mengakui ikut memerintah mobil dinas jemput kotak suara.

“Ia saya yang perintah jemput itu kotak suara dengan mobil dinas (Jumat 19 April 2019), “katanya.(*EA)