Gereja Kaum Miskin TTS, Membutuhkan Bantuan Uluran Tangan Sesama


IMG-20190415-WA0013

Zonalinenews.Com, Soe –  Membangun Gereja tidak hanya ditujukan kepada umat sebagai Gereja yang hidup melainkan perlu diikuti pula pembangunan Gereja secara fisik. 

Kehadiran tempat ibadah yang layak dan pantas merupakan impian Pastor serta umat. Hal demikian juga menjadi kerinduan teramat besar membuncah dari umat Gereja St. Yoseph Pekerja salah satu Stasi Paroki Sta. Theresia Kanak Yesus  Desa Batnun – Panite Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)  Nusa Tenggara Timur (NTT).

Stasi berpenghuni 24 Kepala Keluarga (KK) dengan 65 jiwa mayoritas berprofesi sebagai petani miskin.

Meski demikian, tidak menyurutkan semangat membangun hingga memilki  rumah Tuhan secara layak seperti gedung Gereja pada umumnya. 

Pastor Paroki setempat Damianus Tasaeb, OFM mengisahkan, gedung Gereja yang tenga digunakan, pembangunanya pertama kali merupakan hasil kerjasama yang terjalin baik antar tokoh Kristen Katolik dan Kristen Protestan 20 tahun silam.

Meski usia gereja ini terbilang “remaja” namun hal tersebut sangat jauh berbeda dari kenyataan yang terlihat.

Tidak heran, setelah puluhan tahun berlalu Gereja semi permanen yang dibangun 19 Maret 1999 mulai tampak usur termakan usia dibading bangunan lainnya.

Menyadari keadaan yang sebenarnya, Pastor Paroki setempat berniat meronovasi secara total bangunan Gereja dimaksud demi sebuah tempat ibadah yang lebih baik dari sebelumnya namun menghadapi kendala klasik yakni kemampuan finansial yang sangat terbatas.

“Selaku Pastor Paroki, saya sadar Gereja ini semakin rapuh tidak mungkin bisa bertahan lebih lama. Kendala utama yang dihadapi dimana kemampuan keuangan kami sangat terbatas” sebut Pater Dami kepada Zonalinenews.

Tidak menyurutkan langkah dan pantang menyerah orang nomor satu di Paroki Sta. Theresia Kanak Yesus, senantiasa memberikan motivasi kepada umat setempat mengoptimalkan Sumber Daya Alam yang ada di sekitar.

“Meski memilki banyak kekurangan, saya terus memotivasi umat melibatkan diri terutama pengadaan bahan lokal speeti kayu, batu ssrta pasir” ujarnya.

Rencana renovasi secara total Gereja Panite berukuran 8 x 20 m di atas lahan seluas 2.400 m2 diperkirakan menelan biaya sebesar Rp. 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah). 

Melihat besarnya budget yang dibutuhkan maka mustahil umat setempat mampu melaksanakan secara swadaya. 

Untuk itu, DPP Paroki sangat berharap uluran bantuan dari yang berkelebihan demi mewujudkan cita-cita pembangunan Gedung Baru Gereja Panite Stasi St. Yoseph Pekerja.

Bagi pembaca yang tergerak hati ataupun donatur yang rela menyisihkan sebagian dari rejeki yang diterima sebagai bantuan, bisa disalurkan atas nama Pembangunan Kapela Kiufatu: 4733-01-010201-53-2 BRI Unit Panite Soe. (*Ritha Senak)