IMG-20190417-WA0042

Mengenal Peranan Keturunan Raja Larantuka, Dalam Tradisi Semana Santa


IMG-20190417-WA0041

Zonalinenews.Com, Larantuka-Cerita mengenai nama besar Kerajaan Larantuka tentu tidak asing bagi kita.

Keberadaannya ratusan tahun silam  sebagai Kerajaan Katolik pertama di Nusantara memilki peranan utama dalam berbagai bidang kehidupan masyaraka baik sosial, ekonomi, politik dan serta budaya. Termasuk didalamnya Tradisi Semana Santa.

Fakta, sejarah mencatat kerajaan ini resmi berakhir di tahun 1665. 

Berakhirnya kerajaan Larantuka ditandai dengan diserahkan tongkat kebesaran kerajaan dari Raja Don Bosco bersama Raja Ola Adobala kepada Arca Bunda Maria atau lebih dikenal dengan sebutan Tuan Ma.

Penyerahan tongkat kerajaan melambangkan penyerahan kuasa raja atas seluruh wilayah kekuasaan kepada  patung Bunda Maria sebagai Ratu sekaligus sebagai pelindung kota Larantuka. Sejak saat itu, hirarki kerajaan berakhir. 

Kendati demikian, keturunan Raja Larantuka bermarga DVG tetap memilki peranan dan posisi penting dalam tradisi “Hari Bae Nagi” di kota Reinha. Ibarat kepingan mata uang dengan dua sisi berbeda akan tetapi sulit dipisahkan satu dengan yang lain.

Sebagai tradisi Devosi keagamaan dari masyarkat leluhur penganut Katolik  Roma,  keaslianya terus dijaga termasuk didalamnya peranan keturunan raja setempat.

Don Martinus DVG akrab disapa Don Tinus salah satu keturunan Raja Larantuka mengatakan di dalam momentum perayaan Pekan Suci keturanan keluarga kerajaan tetap memegang kendali  utama beberapa rangkain acara.

Salah satunya adalah Kesumi. Kesumi sendiri merupakan istilah dengan dimaknai sebagai kegiatan merias, mengenakan Jubah kebesaran serta menata Patung Bunda, sebelum diarak mengelilingi kota Larantuka pada malam Prosesi Jumat Agung.

Segala sesuatu berkaitan dengan Kesumi dilakukan oleh tim. Tim tersebut terdiri 11 orang-orang pilihan dengan terdahulu diangkat sumpah. 

“Tim Kesuumi ada 11 orang terpilih dengan diangkat sumpah. Tugasnya, merias Patung Buda Maria, menata serta
mengenakan Jubah” papar Don Tinus kepada Zonalinenews Senin, 15 April 2019.

Setelah para petugas Kesumi sukses menjalankan tugas dengan tanpa halangan dilanjutkan dengan peran lainnya adalah sebagai Tiga Pilar utama. Tiga pilar dimaksud adalah, keturunan Raja, Kesumi dan Confreria pihak yang berwenang membuka Pintu Kapela Tuan Ma sebelum diarak mengelilingi Kota Larantuka pada malam Prosesi Jumad Agung.

“Jika aktifitas Kesumi berjalan sukses maka saya membuka Pintu Kapela disertai Kesumi dan Confreria sebagai tiga pilar,”ujarnya.

Selain kedua peran di atas, keturunan Raja Ke 21 Don Lorenso III DVG juga memegang peran serta tugas maha penting lainnya yakni sebagai Kepala Suku Semana Santa serta Presidentil dengan mengepalai Persaudaraan Confreria.

“Kami tetap berperan utama. Baik sebagai Kepala Suku Semana Santa maupun Presidentil dengan mengepalai kelompok persaudaraan Bapak-Bapak Konfreria,” Imbuh ayah dari Don Erwin.

Seturut dengan perkembangan saman di era digital pemerintah Kabupaten Flores Timir telah mengagendakan Tradisi Perayaan Semana Santa sebagai Icon Wisata Religius.

Popularitasnya tidak perlu diragukan. Semana Santa tidak hanya menjadi kebangaan umat Katolik setempat melainkan telah menjadi kebanggan masyarakat  Internasional. 
(*Ritha Senak)