Mengintip Alasan Peziarah Dibalik  Prosesi Jumad Agung Larantuka


IMG-20190420-WA0001

Zonalinenews.Com, Larantuka, Cerita mengenai prosesi Jumad Agung di Kota Larantuka – Flores Timur sudah sangat melegenda di kalangan pesiarah Kristiani khususnya umat Katolik Roma.

IMG-20190420-WA0002

Selain  itu,  ada hal yang tak kalah menarik yakni kabar terkabulnya sejumlah doa yang dinazarkan secara khusus

Membuktikan benarnya kesaksian iman,  awak Zonalinenews melakukan penelusuran dengan mendatangi serta  mewancarai dua orang nara sumber pesiarah Tuan Ma  di Kapela Tuan Ma Kelurahan Larantuka Kecamatan Larantua Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT) Jumad, 19  April 2019.

Setelah menunggu beberapa lama,  menentukan nara sumber, serta limit waktu yang tepat usaha membuahkan hasil. 

Pesiarah pertama yang ditemui adalah Damianus Angin 52 th asal Ngada -Bajawa. 

Angin menceritakan kesaksian imannya.  Keberadaannya di Larantuka mengikuti Prosesi merupakan kali ke dua. Pertama kali menjejakan kakinya di Kota Reinha 29 tahun silam. Ketika mengikuti ziarah Jumad Agung,  Angin mendaraskan doa dengan bernazar atau ujud khusus agar usahanya bisa berhasil. Dan itu terbukti.

“Saya datang ikut prosesi Jumad Agung. Pertama kali datang 29 tahun lalu. Waktu itu niat saya berdoa dengan ujud khusus agar   bisa melancarkan usaha yang dijalani. Kembali ke Bajawa, ternyata usaha berhasil. Benar-benar luar biasa. Ini merupakan mujizat” ujar Angin.

Kedatangan keduanya kalinya  ke Larantuka  tidak sendiri, melainkan bersama keluarga, ia mengaku  kalau tujuannya kali ini mengungkapkan rasa syukur setelah doanya terkabul.

“Saya datang bersama keluarga. Kali ini saya mau mengucapkan syukur atas doa yang terkabul. Semoga usaha saya tetap lancar” ungkap pria asal Bajawa.

Pengalaman  lain datang dari Yuliana. Wanita 42 tahun asal Kabupaten Ende mengatakan tujuannya mengikuti ziarah Semana Santa mendoakan keselamatan arwah anggota keluarga yang telah keninggal.

Wanita paruh baya ini percaya serta menaruh harapan penuh dan penyerahan diri kepada Tuhan jika tujuan doanya bisa terkabul apabila dengan mengikuti prosesi.

“Kami datang dengan ujud khusus, kami mendoakan keselamatan arwah anggota keluaraga yang telah meninggal” sebut Yuliana.

Pengakuan serupa dari Merycard, berkebangsaan Jerman ini datang bersama suami Richardo 52 th. 

Jauh-jauh dari Jerman, didampingi suami perempuan 42 th ini mengaku tertarik dengan Perayaan Semana Santa setelah mendengar cerita rekan-rekannya tentang Prosesi Jumad Agung. 

Sama seperti Damianus dan Yuliana, ditemui tepat di depan pintu keluar  Gereja Katedral Larantuka isteri Richardo mengaku punya niat serta ujud khusus dalam Prosesi tanpa menyebutkan apa nasar dimaksud.

Prosesi Jumad Agung sendiri merupakan perarakan Patung Tuan Ma bermantel biru mengelilingi Kota Larantuka  dengan menyinggahi setiap “Remida” yang telah disiapkan sepanjang jalur perarakan. (*Tim)