IMG-20190417-WA0004

Nekad Sosialisasi Dana KUR Kementrian, Di H-1 Akhirnya Batal. Begini Alasannya


IMG-20190417-WA0005

Zonalinenews.Com, Larantuka – Rencana Sosilaisi Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Propinsi Nusa Tenggara Timur dari Kementrian Koperasi kepada kelompok Nelayan Flores Timur mendadak dibatalkan.

Rencana dimaksud terbilang nekad. Pasalnya, pelaksaan kegiatan sosialisasi mulanya di kompleks Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selasa, 16 April 2019 di Kelurahan Amagarapati kemudian dipindahkan ke Kota Sawu Kecamatan Larantuka dilakukan tepat H – 1 saat masa tenang Pemilu 2019.

Pembatalan tersebut menurut Ambrosius Boli Gradus, pria yang mengaku sebagai pemegang Mandat VIP (Veri Important) Penerima Program Dana KUR Propinsi NTT dari Koperasi mengatakan adanya keberatan dari pihak pengelola. 

“Kepalanya menyampaikan keberatan pertemuan di situ (TPI),  karena ini masa tenang besok mau pencoblosan”  jelas Ambros kepada Zonalinenews Selasa, 16 April 2019 di Pantai Tiberias Kota Sau.

Meski sebelumnya telah diwanti-wanti bahwa memasuki masa tenang, Ambros tidak kehilangan akal. Secara inisiatif, ia memindahkan tempat pertemuan dari semula di TPI menuju ke pantai Tiberias Kota Sauh.

“Tadinya saya mencari solusi, akhirnya tempat ini (pantai tiberias) untuk sosialisasi bersama pihak Bank” sebutnya terbuka.

Ia menjelaskan, sosialisasi yang diberikan  kepada 50 kelompok nelayan dengan masing-masing kelompok terdiri dari 25 orang sehingga total nelayan penerima bantuan sebanyak 1500 orang di dalam masa tenang tidak terkesan mendadak. Ia beralasan keberadaan program tersebut di Flotim sejak Maret 2019.

“Ini masa tenang. Tetapi program ini dari bulan lalu. Kami masuk NTT sejak 25 Maret. Tanggal 29 – kita lakukan suvey awal”  ujarnya.

Dikejar Wartawan alasan lain mengapa dirinya begitu nekad mau mengumpulkan nelayan serta melakukan sosialaisai di tengah-tengah masa tenang H-1 menjelang Pemilu?  Secara tegas mengatakan dirinya dipercaya serta diberi mandat. Selain itu, masa cuti yang segera berakhir.

Ambros juga mengatakan kegiiatan yang disebut-sebut gawaean Dinas Koperasi ini seharunya dilakukan di desa Waimana bukan di dalam kota namun dibatalkan Bidang Deputi Kelembagaan. Dalam kesempatan itu, ia menyesalkan ketidakhadiran Kepala Dinas Koperasi setempat.

“Lokasi pertemuan Flotim harusmya pada titik yang ditentukan. Salah satu
Kelompok Nelayan contoh ada di
Waimana,  karena Deputi Kelembagaan 
membatalkan sehingga tidak jadi ke Waimana saya minta bertemu di kota saja. Ini gawean Dinas Koperasi, tetapi Kadisnya tidak hadir,” tambah Ambros

Meski pertemuan tersebut gagal, namun Ambros bertekad akan kembali ke Flotim untuk melakukan sisoialisasi lanjutan.

“Tanggal 27 April kami akan kembalk bertemu lakukan sosialisai lanjutan,”tutupnya.

Sampai berita ini tayang, Kadis Koperasi dan UKM Flotim Frederik S. Bili belum bisa dikonfirmasi.

Pantuan media  gagalnya acara tersebut selain adanya keberatan dari pengelolah TPI, juga terlihat anggota Bawaslu serta Noben da Silva pemilik Yayasan Permata Bunda

Memasuki masa tenang, diharapkan semua  pihak bisa secara bersama-sama menjaga situaisi Pemilu agar senantiasa tetap kondusif  dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa memicu kegaduhan sehingga bisa berjalan secara lancar, tertib dan aman.  (*Ritha Senak).



TAG