Foto Saat Pansus DPRD Kota Kupang Saat turun Pantu Proyek Gedung Dispendukcapil Kota Kupang

Diduga Ada Indikasi KKN Pada Pelelangan Proyek Gedung Dispendukcapil Kota Kupang


Foto Saat Pansus DPRD Kota Kupang Saat turun Pantu Proyek Gedung Dispendukcapil Kota Kupang

Foto Saat Pansus DPRD Kota Kupang Saat turun Pantu Proyek Gedung Dispendukcapil Kota Kupang

ZONALINENEWS – KUPANG, Diduga proses pelelangan proyek pekerjaan gedung Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kupang dengan mungunakan anggaran tahun 2018 senilai Rp. 3.838.525.000,- yang dikerjalan oleh Dita Putra Waranawa ada indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), karena perusahaan tersebut adalah perusahaan dari luar Kota Kupang yang tidak memiliki alat pendukung pekerjaan yang memadai. Namun, ironisnya perusahaan tersebut bisa dimenangkan dalam proses pelelangan. “Perusahaan ini perusahaan dari luar daerah, yang mana kita sendiri belum  pernah tau kulitas pekerjaan dari perusaan ini. Perusaan ini hanya dipinjam oleh orang lalu dibuat kuasa direktur untuk bisa mengerjakan pekerjaan ini. Buktinya pekerjaan gedung kantor Dispendukcapil saat ini mangkrak,” kata Ketua Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang Adrianus Talli kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Devi Loak saat sidang Pansus di ruang sidang utaman Gedung DPRD Kota Kupang, Jumat 17 Mei 2019.

Menurutnya, proses tender poyek tersebut sangat tidak jelas karena kortraktor abal – abal dimenangkan hanya untuk balas jasa" bayangkan saja kontraktor ini bisa tidak kerja selama tiga minggu. Jadi ini pelajaran bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang kedepan untuk melihat lebih jelih kontraktor yang berkualitas, “ungkap Anggota DPRD Kota Kupang III periode itu.

Dilatakan, kontraktor tersebut tidak melakukan aktifitas pekerjaan karena hanya menunggu uang muka dicairkan terlebih dahulu. "Klo pekerjaan ini dikerjakan oleh kintraktor yang punya uang. Kira – kira tiga minggu itu progresnya sudah berapa persen,” tegas Adrianus.

Anggota Pansus DPRD Kota Kupang, Epy Seran mengatakan, proyek tersebut adalah modus KKN tingkat tinggi. Menurutnya di Jakarta ada Nasarudin sini kontraktor ini. "Ini memang sudah didesain untuk KKN tingkat tinggi. Sudah jelas – jelas kontraktor ini sering bermasalah dimana – mana apa bila melakukan pekerjaan proyek, tapi yang anehnya masih bisa dimenangkan. Kontraktor ini persah kerja saluran dengan nilai kecil di so'e sana saja itu dia bangun lari. Ini datang di Kota Kupang kok bisa dia di kasih pekerjaan. Ini sarat KKN dan modus persengkokolan luar,” tegasnya.

Dikatakan, ini adalah peringatan keras bagi pemerintah, dan PPK harus ikut bertanggungjawab. Karena dalam proyek ini ada kerugian negara. "Saya heran kok SKN dan berbagai dokumen lainnya bisa lolos,” ujar Epy. (*hayer)