IMG-20190528-WA0012

Dosen dan Mahasiswa Undana Kuliah di Kapan TTS


IMG-20190528-WA0015

Zonalinenews-TTS,- Mewujudkan Peran Dosen dan Mahasiswa sebagai agen perubahan dalam masyarakat, Dosen dan Mahasiswa Kelompok Study Fisika (KSF) Fkip Undana, kuliah lapangan atau Bakti sosial (Baksos) selama Empat hari bersama masyarakat di pedalaman TTS, Desa Ajaobaki.
IMG-20190528-WA0013

Kegiatan yang melibatkan ratusan Mahasiswa dan Dosen Fisika itu, bertempat di Desa Ajaobaki, Kecamatan Molo Utara (Kapan), Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan akan berlangsung sejak Tanggal 27-30 Mei 2019.

Ketua Panitia, Fredik Aristo Zamba kepada wartawan menyampaikan, kegiatan itu bertujuan untuk membangun rasa peduli Mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat di pedalaman.

Dalam Kesempatan itu, menurut Fredik, dapat menjadi media untuk menjalin hubungan keakrabatan antara Dosen dengan Mahasiswa, Mahasiswa dengan alumni, dan Mahasiswa dengan Mahasiswa.

Lanjut Fredik, kegiatan itu juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat Ilmu fisika dengan sejumlah riset yang telah mereka lakukan selama kulia di kampus.

“Kami satu keluarga besar KSF. Kami peduli. Kami punya banyak karya yang nanti akan kami sama-sama belajar bersama Masyarakat,” tulis Fredik melaui pesan WhatsApp, kepada awak media usai tiba di lokasi kegiatan 27 Mei 2019.

Kerja-kerja nyata bersama masyarakat, kata Zamba, itulah kuliah yang sesungguhnya. “Secara langsung kami dan Masyarakat langsung belajar bersama disini,” ucap Fredik Zamba.

Terlalu sering belajar di dalam kelas, kata Fredik, kadang membuat mereka jenuh dan bosan. Disamping itu sebagai agen perubahan, perlu adanya gerakan-gerekan yang dinamis, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kami ini calon guru, dan kami belajar soal alam. Hari ini kami berangkat untuk mau belajar bersama masyarakat tentang alam” cetusnya.

Kegiatan yang dilaksanakan, ujar Fredik, ada yang dilaksanakan langsung di lingkungan masyarakat adapula yang digelar di sekolah-sekolah.

“Cedas cermat Fisika, Pameran alat laboratorium, rangking satu, seminar pendidikan, pentas seni, nonton bareng film-film pendidikan, penghijauan dan kerja bhakti bersama masyarakat” Tutup Fredik.

Ketua Kelompok Studi Fisika, Yulius Yanto Bere, menyampaikan, kegiatan itu rutin digelar setiap Tahunnya, Tahun ini panitia memilih di Kapan-TTS.

“Kami setiap tahun berkegiatan dengan kebutuhan masyarakat, tim survei telah mendahului untuk invetigasi, dan kali kami melayani di Kapan-TTS,” ungkap Ketua KSF Yanto, melalui telepon selulernya.

Dirinya (Yanto) berharap, Mahasiswa dapat menjadikan momentum itu sebagai wadah untuk belajar dengan maksimal, sebab di tengah-tengah masyarakat banyak sekali ilmu yang tidak mereka (Mahasiswa) dapat di kampus.

“Di kampung itu adalah laboratorium yang secara alam sudah terbentuk, semoga Mahasiswa manfaatkan ini dengan baik.” Pungkas Yanto, mahasiswa Fisika semester VIII itu.

Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Hartoyo Yudhawardana, dalam sambutannya saat tiba di Desa Ajaobaki, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Desa dan Sekolah yang telah dengan sucakita menerima rombongan mahasiswa dan dosen untuk belajar bersama. “Terima kasih” Bilangnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Zonalinenews, rombongan kuliah Baksos Kelompok studi fisika langsung diterima kepala Desa Ajaobaki, bersama aparat Desa dan pihak SMA Negeri Kapan, 27 Mei 2019. (*Erson)