Foto : PPK Proyek Pekerjaan Gedung Dispendukcapil Kota Kupang, Devi Loak

Ini Klarifikasi PPK Soal Proyek Gedung Dispendukcapil Yang Mangkrak


Foto : PPK Proyek Pekerjaan Gedung Dispendukcapil Kota Kupang, Devi Loak

Foto : PPK Proyek Pekerjaan Gedung Dispendukcapil Kota Kupang, Devi Loak

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Proyek pekerjaan gedung kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kupang yang di tahun 2018 lalu yang mangkrak masih menunggu hasil audit yang di lakukan inspektorat. Sementara hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah dilakukan dan hasil tersebut sudah dilampirkan. Hal ini Disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang Devi Loak kepada Panitia Khusus Pansus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang dalam klarifikasi saat Sidang Pansus DPRD Kota Kupang di Gedung DPRD Kota Kupang, Jumat 17 Mei 2017.

Menurut Devi, minggu lalu dirinya sudah berkordinasi dengan inspektorat untuk mengambil langkah lebih kongkrit tersebut masih dalam tahap perampungan hasil pemeriksaan. “Proyek ini kami tidak memberikan adendum. Tapi kami bemberikan tambahan waktu penyelesaian pekerjaan kerena ketentuan dalam adendum itu tidak ada yang bisa dipenuhi,” ungkapnya.

Dikatakan, untuk benda yang ditemukan oleh BPK itu sudah sampai ke yang kontraktor, dan yang bersangkutan sudah tau pasalnya. “Sebagai bukti bahwa dia harus mentelesaikan dengan adanya surat – surat peryataan itu. Jadi secara hukum saya juga sudah sempat komunikasi dan dia siap untuk mengembalikan kerugian negera itu,” kata Devi.

Dengan kondisi uang muka 20 persen tersebut yang sudah diambil oleh pihak kontraktor, lanjut Devi dengan pencapaian realisasi progres 24,8 persen tersebut baru sampai pada pekerjaan lantai atau rabat beton lantai satu, pondasi dan kolom struktur. “Sedangkan untuk pembersihan itu belum kami rumuskan karena yang kami dapatkan untuk dimasukan dalam bobot itu adalah pekerjaan lantai satu. Jadi progres pekerjaan yang ada 24,8 itu ada pada pekerjaan struktur bawa sampai rabat beton dan kolom, “paparnya.

Dia menjelaskan, pekerjaan besi – besi bagesting yang sudah terpasang belum dihitung karena termasuk dalam pekerjaan pengecoran. “Sementara jaminan pelaksanaan itu sudah kami sampaikan dalam surat yang diberikan kepada kontraktor untuk tuntutan memenuhi perbaharui jaminan pelaksanaan. Namun, sampai hari ini jaminan pelaksanaan itu belum sampai ke kami,” ungkap Devi. (*hayer)