20190516_120718

Pol PP Kota dan Warga Nyaris Bentrok “Saling Klaim Pemilik Tanah”


Zonalinenews-Kupang;- Anggota Satuan Polisi Pamong Praja ( Pol. PP) Kota Kupang nyaris bentrok dengan warga penjaga tanah seluas 1 Hektar lebih di lokasi depan Hotel Bole Kale Kelapa Lima Kota Kupang NTT.

Pasalnya para penjaga tanah tidak terima lantaran Pol PP memasang papan plan di tengah lokasi yang saat ini sedang di duduki dan dibangun sebuah los oleh pihak keluarga Tomboy yang juga mengaku sebagai pemilik tanah.

Aksi tersebut dilakukan Pemkot guna menjawab klaim yang dilakukan pihak keluarga Tomboy yang telah mengklaim bahwa tanah seluas 1 hektar lebih tersebut adalah milik keluarga Tomboy.

Kejadian tersebut berawal ketika Polisi Pamong Praja Kota Kupang bersama Bagian Tatapem Kota Kupang, Kamis 16 Mei 2019 sekira pukul 12.15 Wita melakukan aksi pemasangan papan nama (plang) yang bertuliskan tanah ini milik pemerintah Kota Kupang di lokasi depan Hotel Bole Kale Kelapa Lima Kota Kupang yang saat itu diduduki pihak Tomboy.

Sebelum terjadi pemasangan papan oleh Pol PP sempat terjadi adu argumen antara pihak yang mengaku diberi kuasa untuk menjaga tanah Tomboy, Arkiang dengan Kasat Pol PP Felixbertus F Amaral yang memimpin rombongan Pemerintah Kota Kupang.

Arkiang pada kesempatan itu menjelaskan bahwa tanah ini milik keluarga Tomboy dan pihaknya memiliki bukti-bukti lengkap kepemilikan tanah tersebut, sehingga berdasarkan itu dirinya membangun sebuah pos untuk menjaga tanah tersebut agar tidak diambil atau diseroboti orang.

Kasat Pol. PP Kota Kupang, Feliksbertus Amaral usai mendengar penjelasan Akriang menuturkan tanah ini milik Pemkot dan dirinya ditugaskan saat ini untuk memgamankam tanah Pemkot.

” Pihaknya akan memasang plan dilokasi ini sebagai tanda tanah ini milik Pemkot. Saya minta aktifitas di tanah ini segera dihentikan,” ujar Amaral.

Mendapati penjelasan itu Arkiang menegaskan kalau tanah ini tanah Pemkot tolong perlihatkan bukti ke kami bahwa tanah ini tanah Pemkot.

” Mana buktinya tanah ini milik Pemkot. Tanah ini Pemkot peroleh dari sapa.,” tanya Arkiang.

Setelah saling beradu argumen disepakati bahwa kedua belah pihak, Pemkot dan pihak Keluarga Tomboy bertemu di Tatapem untuk masing-masing menunjukan bukti kepemilikan lahan tersebut. Setelah kesepakatan itu Pol PP langsung memasang papan nama ditengah lokasi disaksikan para warga penjaga tanah.

Namun tiba- tiba … entah siapa yang memulai duluan, nyaris terjadi adu bentrok dan aksi saling dorong antara anggota Pol. PP dan warga penjaga tanah tersebut . Berungtung pihak anggota kepolisan Polsek Kelapa Lima yang tidak jauh dari lokasi kejadian , segera datang dan melerai kedua belah pihak yang bersitegang.(*tim)