Polda NTT Ungkap Kasus Perdagangan Orang yang Dikirim ke Malaysia


Zonalinenews- Kupang,- Kepolisian Daerah Wilayah Nusa Tenggara Timur (Polda NT), Ditreskrimum Subdit IV Renakta berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta mengamankan 4 orang tersangka. Demikian diungkapkan Kanit Trafficking, AKP Tatang Panjaitan saat menggelar jumpa pers Jumat 31 Mei 2019 pukul 10.00 wita di Mapolda NTT.

Menurutnya pengungkapan kasus ini berawal dari laporan orang tua korban ESL (16) wanita warga Kelurahan Alak Kota Kupang yang telah bekerja di Johar Malaysia. Korban lainnya adalah DYM ( 20) wanita warga Kota Kupang.

“Korban menelpon orang tuanya dan menyampaikan bahwa telah bekerja di Malaysia. Orang tua korban sangat terkejut mengetahui anak mereka telah bekerja di Malaysia tanpa ijin sehingga atas dasar itu, Abdullah orang tua Korban melaporkn kasus ini ke Polda NTT,” ungkap AKP Tatang.

Atas laporan ini, kata AKP. Tatang Subdit IV Renakta Polda NTT melakukan penyelidikan dan setelah dilakukan pengembangan kasus tersebut, pihaknya berhasil mengamankan tersangka diantaranya AS (32) pria warga Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang, KT (47) Wanita kelahiran Medan suku Batak adalah warga Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang. FST (41) Pria kelahiran Kolbano alamat Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa Kota Kupang dan S ( 44) Pria Suku Jawa warga kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam Kepulauan Kepri.

AKP Tatang menuturkan, YB dan AB saat ini ( DPO) tersangka yang merekrut korban DYM dan ELS kemudian menyerahkan ke tersangka AS dan kemudian AS mendatangi KT dan meminta KT untuk mencarikan pekerjaan bagi korban Lalu tersangka KT yang merupakan residivis Kasus TPPO menghubungi tersangka S di Batam dan meminta agar dicarikan pekerjaan.

” Setelah itu S mentransfer uang sebesar 12 juta ke rekening KT. Lalu tersangka KT meneruskan ke AS. Setelah itu S mengirim kode boking tiket pesawat ke tersangka FST setelah itu mengeprint tiket dan memberangkatkan korban ke Batam melalui Bandara El -Tari Kupang pada tanggal 14 April 2019,” jelas AKP Tatang.

“Setelah tiba di Batam kedua korban ditampung di rumah S lalu, S mengurus paspor kedua korban tersebut dengan identitas yang palsu ibtuk diberangkatkan ke Malaysia,” katanya.

Dari pengembangan kasus atas dasar laporan keluarga tersebut, korban pada tanggal 6 Mei 2019, kata AKP Tatang pihaknya melakukan penagkapan terhadap tersangka AS dan FST di kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT dan Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap KT pada tanggal 7 Mei 2019.

“Pada tanggal 24 Mei 2019 dilakukan penangkapan terhadap S di Batam dan Sabtu 25 Mei 2019 malam sekira pukul 22.00 Wita tim Subdit IV Renakta Polda NTT tiba di kupang menggunakan penerbangan Lion Air dengan membawa tersangka S. Lalu pada tanggal 27 Mei 2019 dilakukan penahan terhadap tersangka S,” ungkap Tatang.

Pasal yang dikenakan bagi tersangka ucap AKP Tatang adalah pasal 2 ayat 1, pasal 6, pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007, tentang pemberantasn Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Berkas kasus tersangka AS, FST dan KTT telah dilimpahkan ke Kejaksaan NTT tanggal 22 Mei 2019 sedangkan tersangka SPDP sudah di kirim ke Kejati NTT tanggal 27 Mei 2019 dan saat ini masih pemberkasan,” jelas AKP Tatang.

Saat ini kedua korban menurut AKP Tatang telah dipuangkan ke rumah masing-masing dan sudah berkumpul bersama keluarga. (*tim)



TAG