IMG-20190514-WA0011

PUASA ITU SEHAT


IMG-20190514-WA0011

Oleh: Harun Al Rasid Sulaiman
ASN Kementrian Kesehatan RI

Zonalinenews.Com, Jakarta – Puasa adalah untuk mengubah kualitas jiwa manusia agar menjadi lebih terkendali, dalam istilah agama adalah bertakwa.

Dalam berpuasa sarana atau cara yg dipakai adalah dengan menciptakan kondisi lapar & haus, plus beberapa pantangan yang mesti dijalankan dengan kefahaman dan keikhlasan.

Dikaitkan dengan proses kerja tubuh manusia, manfaat berpuasa bagi kesehatan kini sering dihubungkan
dengan sebuah istilah yang sebenarnya bukan baru namun, mungkin untuk sebagian kalangan awam masih
terdengar asing. Istilah yang dikenal dengan sebutan Metabolisme Tubuh. 

Metabolisme Tubuh, merupaka suatu proses secara normal di dalam tubuh. Optimalitasnya dapat dipicu selama kita melaksanakan Ibadah Puasa. 

Proses metabolisme yang sebenarnya baru dimulai sebagai reaksi tubuh setelah 2-3 hari berpuasa. Pada saat tersebut tubuh mulai nengeluarkan zat-zat sisa yang tak diperlukan lagi. Keadan ini biasanya dibarengi dengan gejala yang menyerupai gejala penyakit dan dikenal sebagai Krisis Detoksifikasi atau Krisis Penyembuhan namun, sama sekali tak perlu diredam dengan medikasi karena memang bukan gejala
penyakit.

Kondisi demikian biasanya terlihat adanya kelesuan disertai rasa mengantuk yang hebat  ketoka awal berpuasa. Untuk mengatasi, cukup mengurangi porsi aktifitas dibarengi dengan istirahat yang cukup. Dan yang taka kalah penting, pengaturan menu makanan sahur dan berbuka.

Melalui metabolisme tubuh secara normal, akan terjadi proses pembentukan dan pembelahan sel-sel
jaringan tubuh yang diperlukan bagi kelangsungan kesehatan kita. Di saat sistem pencemaan beristirahat akibat pengosongan lambung selama berpuasa, sel-sel lemak dan zat yang tidak dibutuhkan akan dibawa ke hati.

Lantas, kenapa untuk melatih kemampuan kontrol diri, kita mesti melalui pruses lapar & haus agar
disisi lain puasa kita disebut sehat? Disinilah kita mesti melihat Korelasi Dimensi.  
A. Dimensi Fisik
Lapar dan haus adalah scbuah proses yg menjadikan kesehatan kita mencapai kondisi yang iembali seimbang, setelah sekian lama dibebani metabolisme yg berlebihan.

B. Dimensi Psikis
Lapar dan haus adalah kondisi kritis manusia dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, yang bisa
digunakan untuk melatih pengendalian diri secara kejiwaan. Di sini kita bisa berlatih keteguhan jiwa dalam suasana krisis.

C. Dimensi Sosial
Lapar dan haus juga digunakan untuk mengingatkan kita tentang kondisi orang-orang yang terpinggirkan &
kurang beruntung di sekitar kita.

D. Dimensi Spiritual
Lapar dan haus menyebabkan kita teringat terus bahwa kita sdang dalam kondisi berlatih untuk
tingkatkan kualitas ketakwaan kita yang bermuara pada Allah, Sang Pencipta Maha Agung. (*)