20190522_151852

Tangkap Ikan Pakai Bom Warga Semau Ditetapkan Sebagai Tersangka


Zonalinenews-Kupang,- Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Nusa Tenggara Timur menetapkan nelayan yang berinisial YKB , warga desa Huelelot kecamatan Samau Kabupaten Kupang NTT, sebagai tersangka tunggal dalam kasus penangkapan ikan dengan dugaan menggunakan bahan peledak (Bom).

Demikian disampaikan Wadir Polairud Polda NTT, AKBP I Ketut Adnyana Putera S.Si dampingi Kasi Sidak Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT, AKP Andi M Rahmat H. SIK Selasa 21 Mei 2019 pukul 11.00 wita di mako Polaurud Polda NTT.

Menurut AKBP I Ketut Adnyana Putera , tersangka diduga melanggar pasal 88 ayat (1) jo pasl 8 ayat 1 UU nomor 45 tahun 2009 tentang perubahaan atas UU 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Barang bukti yang berhasil diamankan kata AKBP I Ketut Adnyana Putera satu unit perahu ketibting, 87 ekor ikan jenis campuran,1 dayung, 1 masker selam, 1 korek api kayu merek pelanggi, 1 bungkus rokok LA Bold, 1 Bunde serokan ikan dan 1 kerajwng anyaman.

” Motif nya tersangka melakukan penagkapan ikan menggunakan ikan biaya murah untuk membuat bom ikan dengan hasil penangkapan yang sangat banyak serta mendapatkan keuntungan pribadi.

Sementara Kasi Sidak Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT, AKP Andi M Rahmat H. SIK menjelaskan pada hari jumat 30 April 2019 sekira pukul 11.15 wita tim gabungan crew kapal KP. XXII – 3001 dan Unit Subditgakkum menerima laporan masyarakat tentang penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Batu Hopong, desa desa Huilelot Kecamatan Semau Kabupaten Kupang.

” Selanjutnya pada pukul 11.30 wita tim.
Polairud mengamankan pelaku dan selanjutnya dibawa ke Ditpolairud Polda NTT untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas AKP Andi M Rahmat.

” Saat ini berkas tersangka sudah dinyatakan lengkap (P.21) oleh JPU NTT melalui surat Kejati dengan nomor B-075/ N.3.4./Eku.1/05/2019 tanggal 20 Mei 2019 dan akan dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II pada kamis 23 Mei 2019 di Kejati NTT UP Kejari Oelmasi,” ujarnya. (*tim)



TAG