Foto : Kanit Trafficking Kasubdit IV Renaka Polda NTT, AKP. Tatang P. Panjaitan yang didampingi Staf Bid Humas Polda NTT Ipda. Viktor Saat Konfrensi Pers Dipolda NTT

Tersangka Dugaan Kasus Trafficking Dijerat Dengan Pasal Berlapis


Foto : Kanit Trafficking Kasubdit IV Renaka Polda NTT, AKP. Tatang P. Panjaitan yang didampingi Staf Bid Humas Polda NTT Ipda. Viktor Saat Konfrensi Pers Dipolda NTT

Foto : Kanit Trafficking Kasubdit IV Renaka Polda NTT, AKP. Tatang P. Panjaitan yang didampingi Staf Bid Humas Polda NTT Ipda. Viktor Saat Konfrensi Pers Dipolda NTT

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Keempat tersangka dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (trafficking) yang berhasil dibekuk Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dijerat dengan pasal berlapis. Keempat tersangka tersebut diketahui adalah YB, AB, AS dan KT.

Kanit Trafficking Kasubdit IV Renaka Polda NTT, AKP. Tatang P. Panjaitan yang didampingi Staf Bid Humas Polda NTT Ipda. Viktor mengungkapkan, Keempat tersangka tersebut dijerat dengan pasal berlapis tentang pemberantasan (TPPO) dengan dua korban, yakni DYM (20) dan ESL (16) yang di kirim ke Malaysia.

Menurutnya, keempat tersangka ini dikenakan Pasal 2 Ayat (1),pasal 6, pasal 10, Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007. “Dari empat tersangka ini dua diantaranya, yaitu YB dan AB sebagai perekrut para korban Trafficking ini sempat menjadi buron Polda NTT,” kata Tatang saat Konfrensi Pers kasus tersebut di Polda NTT, Jumat 31 Mei 2019.

Dikatakan, berdasarkan laporan dari orang tua para korban tersebut, pada 6 Mei 2019 lalu Polda NTT berhasik menangkap dua tersangka, yaitu AS dan FST di Kel. Penfui Kel Fatululi, Kecamatan, Oebobo Kota Kupang NTT. “Jadi tersangka AS ini mendatangi tersangka KT meminta agar dicarikan pekerjaan untuk dua korban ini. Lalu tersangka KT menghubungi tersangka S yang beralamat di Batam. Setelah hasil negosiasi itu berjalan lancar, tersangka S langsung mentransfer uang sebesar Rp 12.000.000,- ke rekening BCA milik tersangka KT. Dan uang tersebut juga ditranfer lagi oleh tersangka KT ke rekening BRI milik JK yang diberikan oleh tersangka AS sehingga tersangka S langsung mengirim kode boking tiket pesawat kedua korban kepada tersangka FST. Dan setelah kode boking tiket itu sudah dikirim oleh tersangka korban langsung diberangkatkan melalui bandara El-Tari Kupang pada tanggal 14 April 2019 dengan tujuan Batam,” ungkap Tatang. (*hayer)